Konsumsi LPG Akan Naik 6,7% dan Pertalite 11,2% Selama Ramadan-Idulfitri
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memprediksi bakal terjadi peningkatan konsumsi liquefied petroleum gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) selama periode bulan Ramadan dan Idulfitri 2025.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan memaparkan, untuk LPG diperkirakan bakal mengalami peningkatan konsumsi sebesar 6,7% dibandingkan dengan hari normal, yakni dari 28.412 metrik ton (MT)/hari menjadi 30.926 MT/hari.
“Untuk LPG di periode Ramadan dan Idulfitri kami memprediksi akan ada peningkatan sebesar 6,7% jika kita bandingkan di situasi normal di bulan Januari. Kenapa kami tidak membandingkan dengan Februari? Karena secara jumlah hari Februari ini berbeda,” kata Riva dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Sementara itu, untuk BBM subsidi Pertalite diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 11,2% dari sebelumnya 74.503 kiloliter (KL)/hari menjadi 82.846 KL/hari. Adapun untuk Pertamax diprediksi meningkat 16,7% dari 18.606 KLhari menjadi 21.713 KL/hari.
“Untuk Pertamax karena memang situasi dan juga aktivitas transportasi untuk kembali ke kampung halaman ini meningkat, sehingga untuk Pertamax ini secara peningkatan konsumsi ini cukup tinggi dan kami prediksikan ada di angka 16,7%,” jelas dia.
Baca Juga
Sentil Permainan Harga LPG 3 Kg, Bahlil: Saya Sebagai Mantan Orang Miskin Tak Rela
Untuk jenis produk Pertamax Turbo diprediksi terjadi peningkatan 14,9% dari sebelumnya 734 KL/hari menjadi 843 KL/hari. Sedangkan Pertamax Green diproyeksikan meningkat 92,1% dari 17 KL/hari menjadi 33 KL/hari.
“Ini dikarenakan volume Pertamax Green itu masih sangat kecil dan hanya ada di wilayah Jakarta dan di Jawa Timur. Sehingga dengan adanya kunjungan dari penduduk yang kembali ke kampung halamannya, ini yang memang meningkatkan konsumsi Pertamax Green menjadi cukup tinggi,” ujar Riva.
Kendati demikian, penurunan konsumsi diprediksi terjadi pada solar atau biosolar, yakni sebesar 14% dari 43.584 KL/hari menjadi 37.467 KL/hari. Riva menyebut penurunan ini terjadi khususnya dari aktivitas yang dilakukan oleh sektor industri yang menurun juga.
“Sementara dari sisi sektor penerbangan itu akan ada peningkatan. Kami proyeksikan berdasarkan data historikal dan juga koordinasi kami dengan Kementerian Perhubungan, untuk avtur itu akan ada peningkatan sebesar 5%,” beber dia.
Secara garis besar, Pertamina memprediksi arus mudik di Hari Raya Idul Fitri itu akan mulai terjadi di sekitar tanggal 28 Maret 2025 atau sebelumnya. Untuk itu Pertamina bakal menyiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri dimulai di tanggal 17 Maret-13 April 2025.

