Sumur Tua 'Enggak' Cukup! Pertamina Bidik Blok Migas Baru yang Dilelang ESDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara blak-blakan mengungkapkan niatnya untuk berpartisipasi dalam lelang wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Simon menyampaikan, nantinya Pertamina bakal berpartisipasi lewat anak usahanya, yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE). Menurutnya, hal ini penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi migas nasional.
“Tentunya memang yang paling ideal adalah meningkatkan produksi dengan masuk ke wilayah-wilayah kerja baru yang oleh Kementerian ESDM sudah didorong dalam waktu 1-2 tahun ini, sekitar kurang lebih 74 wilayah kerja yang akan dilelang,” ujar Simon dalam acara di Sarinah, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Sepanjang semester I 2025, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Secara detail produksi minyak 557.000 barel per hari (BOPD) dan produksi gas 2.798 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).
Baca Juga
Pertamina Rampungkan 11 Proyek Kilang Strategis untuk Dongkrak Produksi BBM dan 'Biofuel'
“Dengan demikian ketika kita masuk ke wilayah baru, kita mendapat temuan-temuan baru, itu akan sangat signifikan untuk menambah produksi nasional kita,” kata Simon.
Sumur tua
Dia menegaskan, langkah ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi. Sebab, Pertamina tidak bisa hanya mengandalkan sumur-sumur migas yang sudah digarap saja karena sudah tua.
“Kita mengetahui bahwa sebagian besar dari sumur-sumur yang dikelola Pertamina saat ini memang sudah, termasuk mature field, sudah sumur tua. Dengan demikian itu secara alami juga terjadi penurunan produksi,” jelas Simon.
Kendati demikian, Simon menjelaskan bahwa bukan berarti Pertamina bakal lepas tangan begitu saja terhadap sumur-sumur tua tersebut. Mereka akan memanfaatkan inovasi teknologi untuk bisa tetap menyerap potensi maksimal dari sumur-sumur itu.
“Apa yang kami lakukan selama ini dengan inovasi teknologi, dengan inisiatif-inisiatif lainnya, antara lain memperlambat lajunya penurunan produksi dari sumur-sumur kami ini,” sebutnya.
Baca Juga
Dirut Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya soal Kilang Minyak di Indonesia
Selain itu, Pertamina memperkuat bisnis hilir. Salah satunya meningkatkan kapasitas dan efisiensi kilang, yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang ditargetkan beroperasi pada November 2025.
"Proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan produk berkualitas tinggi setara standar Euro 5, dan mengurangi ketergantungan impor BBM," tutur Simon.

