The Fed Hati-hati, Harga Emas Turun dari Level Puncak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia turun pada Kamis (2/10/2025) atau Jumat (3/10/2025) pagi WIB setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada awal sesi perdagangan. Tekanan datang menyusul pernyataan Presiden Federal Reserve Bank (The Fed) of Dallas Lorie Logan yang menekankan perlunya kehati-hatian sebelum melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Harga emas spot melemah 0,5% ke posisi US$ 3.845,78 per ons pada pukul 14.15 ET (18.15 GMT). Sementara itu, kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember ditutup 0,8% lebih rendah di US$ 3.868,1 per ons.
Baca Juga
Punya Cadangan Emas 7 Juta oz, Merdeka Gold (EMAS) Ungguli Emiten Emas Ini
Indeks dolar AS melemah tipis dan mendekati level terendah dalam sepekan yang dicapai sehari sebelumnya. Meski demikian, rilis data ekonomi Amerika Serikat memberi sinyal pelemahan di pasar tenaga kerja. Laporan dari Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu (1/10/2025) menunjukkan penggajian sektor swasta turun 32.000 pekerjaan pada September, lebih besar dibanding revisi penurunan 3.000 pada Agustus.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menilai tren ini menjadi salah satu pemicu investor mengalihkan portofolionya ke emas. “Melemahnya dolar, data ekonomi yang lemah, serta risiko penutupan Pemerintahan AS menarik permintaan investor yang ingin mengikuti momentum harga emas,” ujarnya dikutip CNBC.
Risiko shutdown AS
Pemerintah AS telah menutup sebagian besar operasionalnya karena keterlambatan pembahasan anggaran. Kondisi ini menimbulkan risiko terhadap ribuan pekerjaan federal dan berpotensi menunda publikasi indikator ekonomi penting, termasuk laporan penggajian non-pertanian (NFP) yang dijadwalkan pada Jumat (3/10/2025).
Di sisi lain, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi bulan ini, menurut data CME FedWatch.
Emas kerap menjadi aset lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik. Dengan suku bunga lebih rendah, daya tarik emas meningkat karena tidak menghasilkan imbal hasil seperti obligasi.
Baca Juga
Kinerja dan Saham Antam (ANTM) Tetap Prospektif, Meski Ada Risiko Pasokan Emas dari Freeport
Bank investasi Goldman Sachs dalam catatan risetnya pada Rabu (1/10/2025) menegaskan emas tetap menjadi komoditas dengan rekomendasi jangka panjang terkuat. “Risiko kenaikan terhadap perkiraan harga emas kami di US$ 4.000 per ons pada pertengahan 2026 dan US$ 4.300 per ons pada Desember 2026 semakin meningkat karena posisi spekulatif dan lonjakan kepemilikan ETF Barat,” tulis Goldman Sachs.
Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, dana exchange trade fund (ETF) berbasis emas terbesar di dunia, juga naik 0,59% menjadi 1.018,89 metrik ton pada Rabu. Level ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2022, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek emas masih solid.

