Kemendag Bidik Ekspor Indonesia Naik 7,1% pada 2025
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia naik 7,1% sepanjang 2025. Hal ini disebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dalam satu periode ke depan.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, peningkatan target ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Bahkan angkat tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekspor tahun lalu yang hanya sekitar 2%.
"Kita ini (sedang) mempersiapkan diri untuk menjadi negara maju ya, jadi Pak Presiden sendiri itu kan target untuk pertumbuhan ekonomi itu sampai 8%, di akhir periode.
Sehingga kita di tahun ini menargetkan untuk ekspor itu naik 7,1% tahun 2025-2026,” ujarnya dalam konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di ICE BSD City, Senin (29/9/2025).
Menurut Fajarini, kenaikan target ini menjadi bagian dari penyesuaian arah kebijakan ekspor agar selaras dengan target ekonomi nasional. Ia mengatakan, target tersebut tidak hanya berlaku untuk tahun berjalan, tetapi juga dalam jangka menengah.
Fajarini menilai capaian ekspor Indonesia sejauh ini menunjukkan tren yang positif. "Alhamdulillah di tahun 2025 ini ekspor kita sudah meningkat ya, naik daripada target ya, sudah untuk ekspor secara keseluruhan itu naik 8%," jelasnya.
Baca Juga
IEU-CEPA, Tekstil hingga CPO Jadi Andalan Ekspor Indonesia ke Eropa
Kemendag optimistis lewat penyelenggaraan TEI 2025 yang akan berlangsung pada 15–19 Oktober mendatang akan mendukung pencapaian target tersebut. “Nah mudah-mudahan dengan adanya TEI 2025 juga bisa mendorong itu lagi. Khususnya buat UMKM ya dan juga ekspor itu pemula,” tuturnya.
Diketahui proyeksi ekspor tahun ini mencapai sekitar US$ 294,45 miliar atau setara Rp 4.752 triliun. Pertumbuhan ekspor ini didorong terutama oleh sektor nonmigas yang menjadi tulang punggung ekspor nasional.
Upaya peningkatan ekspor ini difokuskan pada pemanfaatan pasar negara mitra utama seperti China, Amerika Serikat, dan India. Fokus pada penguatan ekspor nonmigas dan diversifikasi pasar dianggap sebagai strategi yang tepat untuk menjaga momentum target pertumbuhan ekonomi 8%.
Baca Juga
Perjanjian Dagang IEU-CEPA dan ICA-CEPA Jadi Momentum Penguatan Ekspor Indonesia

