Usai Eropa dan Kanada, RI Sasar Pasar Dagang Baru Afrika Selatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan pemerintah kini tengah mengincar perjanjian perdagangan bebas dengan Afrika Selatan. Ia bahkan mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan secara bilateral dan pemerintah Afrika Selatan.
“Nah kemarin Bapak Dirjen sudah ketemu juga dengan delegasi di Afrika Selatan dan mereka bersedia,” ucap Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).
Mendag menjelaskan, perjanjian perdagangan ke Afrika Selatan dilakukan usai pihaknya telah mencoba menyasar perjanjian perdagangan dengan Benua Afrika. Kendati demikian, hingga kini Afrika menginginkan agar perundingan tersebut dilakukan secara kawasan atau bukan langsung negara antar negara.
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini menilai, permintaan Benua Afrika yang menginginkan perundingan di lakukan per kawasan akan meman waktu yang cukup lama. Maka dari itu, pemerintah ingin memulai perundingan dengan Afrika Selatan.
“Nah kemarin Bapak Dirjen sudah ketemu juga dengan delegasi di Afrika Selatan dan mereka bersedia,” ucap Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).
Mendag menjelaskan, perjanjian perdagangan ke Afrika Selatan dilakukan usai pihaknya telah mencoba menyasar perjanjian perdagangan dengan Benua Afrika. Kendati demikian, hingga kini Afrika menginginkan agar perundingan tersebut dilakukan secara kawasan atau bukan langsung negara antar negara.
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini menilai, permintaan Benua Afrika yang menginginkan perundingan di lakukan per kawasan akan meman waktu yang cukup lama. Maka dari itu, pemerintah ingin memulai perundingan dengan Afrika Selatan.
Oleh sebab itu, Mendag Budi kini menyasar pasar Afrika Selatan terlebih dahulu. Apabila perundingan tersebut dapat ditembus, maka ia berharap dapat membuat pintu perjanjian dagang dengan negara-negara lain yang berada di Benua Afrika.
"Jadi tahun depan mudah-mudahan bisa kita mulai perjanjian Indonesia dengan Afrika Selatan dulu. Ini untuk memancing supaya negara-negara Afrika yang lainnya itu bisa melakukan perjanjian dengan kita. Jadi itu salah satu yang kita lakukan," paparnya.
Sebelumnya, pemerintah telah merampungkan perundingan perjanjian perdagangan secara substisional dengan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Nantinya, proses ratifikasi untuk kedua perjanjian itu akan dilakukan dan dirampungkan dengan segera.

