MBG Tembus 1,1 Miliar Porsi, Badan Gizi Nasional Fokus Jaga Keamanan Pangan 100% SPPG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan capaian signifikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga Jumat, 26 September 2025. Sejak resmi dijalankan pada 6 Januari 2025, program nasional ini telah berhasil menyajikan dan mendistribusikan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan bergizi kepada kelompok sasaran di seluruh Indonesia.
“Program nasional ini telah berhasil menyajikan dan mendistribusikan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan bergizi kepada kelompok sasaran di seluruh Indonesia.s,” ujar Dadan dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat (26/9/2025).
Hingga kini, program MBG telah beroperasi melalui 9.406 dapur atau Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi. Dari jaringan dapur tersebut, tercatat 28.282.763 anak sekolah, 920.591 balita, 153.499 ibu hamil, dan 313.769 ibu menyusui telah menjadi penerima manfaat langsung dari program MBG.
Selain memberikan dampak langsung terhadap ketahanan gizi masyarakat, program ini juga telah membuka lapangan kerja yang luas. Tercatat 337.060 tenaga kerja telah terserap dalam operasional SPPG, mencerminkan bahwa MBG tidak hanya menjadi solusi untuk gizi nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga
Terkait aspek keamanan pangan, Dadan menegaskan bahwa standar tinggi terus dijaga dan ditingkatkan. Dari total 9.406 SPPG yang beroperasi, sebanyak 9.327 SPPG atau 99,1% telah mencatat 0% insiden keamanan pangan. Namun demikian, terdapat 79 SPPG yang mengalami insiden keamanan pangan dengan berbagai tingkat keparahan. Terhadap dapur-dapur tersebut, Badan Gizi Nasional telah memberikan teguran, hingga pada beberapa kasus dilakukan penutupan sementara atau permanen, tergantung tingkat keparahan insiden.
"Target kami tetap pada 0% insiden keamanan pangan untuk 100% SPPG, dan itu bukan sekadar slogan," tegas Dadan. Untuk mencapai hal tersebut, ia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan melalui pendekatan multi-stakeholder. Salah satu upaya konkret ke depan adalah mewajibkan sertifikasi keamanan pengolahan pangan bagi setiap dapur MBG, guna memastikan setiap porsi makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang ketat.
Dengan pencapaian dan tantangan yang ada, Badan Gizi Nasional terus mengawal program MBG sebagai salah satu tonggak penting dalam upaya membangun generasi emas Indonesia 2045. Dadan menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah hasil kerja kolektif dan kepercayaan publik yang harus terus dijaga.

