Ekspor Indonesia ke Uni Eropa Nikmati Tarif 0%, Pengusaha Diminta Siapkan Strategi Hadapi IEU-CEPA
JAKARTA, investortrust.id – Setelah hampir satu dekade perundingan, Indonesia dan Uni Eropa resmi menandatangani kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini menjadi tonggak sejarah penting yang diumumkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada Juli 2025 di Belgia.
Kesepakatan IEU-CEPA diproyeksikan membawa manfaat besar bagi Indonesia, terutama dalam memperluas ekspor dan membuka akses pasar Eropa. Liberalisasi pasar mencakup barang, jasa, dan investasi dengan komitmen penghapusan tarif lebih dari 98% jenis tarif serta 99% nilai impor. Saat diimplementasikan, produk Indonesia langsung menikmati tarif 0% di 90,40% pasar Uni Eropa dengan penurunan tarif tambahan secara bertahap.
Baca Juga
IEU–CEPA Diteken Jadi Babak Baru Perdagangan RI-Uni Eropa, 98% Tarif Dihapus
Komoditas utama ekspor seperti minyak sawit, kopi, tekstil, alas kaki, dan furnitur diprediksi terdongkrak signifikan. Selain itu, IEU-CEPA membuka peluang baru bagi ekspor produk berteknologi tinggi, seperti ponsel pintar dan peralatan telekomunikasi, yang diharapkan mendorong diversifikasi ekspor dan daya saing industri nasional. Fasilitasi perdagangan juga diperkuat lewat penyederhanaan prosedur ekspor-impor dan kerja sama pabean.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin, menilai penandatanganan IEU-CEPA sebagai peluang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar di Uni Eropa. Menurutnya, pengusaha perlu memanfaatkan kerja sama business to business (B2B) untuk mendorong transfer teknologi dan investasi.
Ia menekankan pentingnya pelaku usaha memahami regulasi teknis Uni Eropa terkait standar keamanan dan keberlanjutan. Selain itu, pengusaha diminta menyiapkan sertifikasi internasional, meningkatkan kualitas produk dan proses produksi melalui modernisasi fasilitas, serta memperkuat pengendalian mutu.
Baca Juga
Prabowo Akhiri Lawatan di Kanada, Perkuat Kemitraan Lewat ICA-CEPA
“Pengusaha juga harus menyiapkan modal untuk biaya sertifikasi, audit, dan investasi perbaikan fasilitas. Rantai pasok pun perlu diperkuat dengan legalitas dan keberlanjutan bahan baku, serta membangun kemitraan strategis dengan mitra dagang di Uni Eropa,” jelas Saleh Husin, Kamis (25/9/2025).
Mantan Menteri Perindustrian ini juga memberi masukan kepada pemerintah agar mengutamakan kepentingan nasional dalam implementasi IEU-CEPA. Ia menegaskan pentingnya prinsip saling menguntungkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk impor.
Baca Juga
Mendag Budi Optimistis Perdagangan RI-Uni Eropa Melesat Usai IEU-CEPA Berlaku
Langkah yang disarankan meliputi harmonisasi regulasi dan standar, penyediaan infrastruktur sertifikasi dan laboratorium uji berstandar internasional, hingga pendampingan UMKM dan industri kecil dalam sertifikasi dan pembiayaan.
Selain itu, perbaikan sistem logistik dan digitalisasi dokumen ekspor dinilai krusial, disertai sosialisasi, monitoring, dan evaluasi berkala terhadap dampak implementasi IEU-CEPA bagi industri nasional.

