Mendag Budi Optimistis Perdagangan RI-Uni Eropa Melesat Usai IEU-CEPA Berlaku
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa surplus perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa pada Semester I-2025 mencapai US$ 3,8 miliar. Ia optimistis angka tersebut akan meningkat signifikan setelah perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) resmi diberlakukan.
"Ini kan [IEU-CEPA] belum diberlakukan. Surplus ini saja sudah sebesar itu, nah nanti harapan kita akan semakin meningkat," ujar Mendag Budi saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (4/8/2025).
Optimisme Mendag Budi didasari oleh tren ekspor Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan positif, bahkan sebelum perjanjian IEU-CEPA secara resmi diimplementasikan. Ia menyebutkan, hal ini merupakan pertanda baik atas daya saing ekspor nasional.
Baca Juga
"Karena ini pertanda yang baik bahwa sebelum diberlakukan IEU-CEPA pun, ekspor kita terus mengalami peningkatan, termasuk juga dengan Eurasia, meskipun surplus kita baru mencapai US$ 0,07 miliar," jelasnya.
Lebih lanjut, Mendag Budi mengungkapkan bahwa perjanjian perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa tersebut ditargetkan akan masuk ke tahap penandatanganan pada September 2025. Ia berharap IEU-CEPA dapat menjadi instrumen pendorong ekspor nasional ke pasar Eropa.
"Perjanjian dagang kita sudah selesai. IEU-CEPA mudah-mudahan bisa ditandatangani bulan September," ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Semester I-2025, kawasan ASEAN menjadi penyumbang surplus perdagangan tertinggi bagi Indonesia dengan nilai US$ 9,59 miliar. Sementara itu, secara negara, Amerika Serikat tercatat memberikan surplus tertinggi dengan nilai mencapai US$ 9,92 miliar.

