PLN Komitmen Bantu Mimpi RI Capai 'Net Zero Emission' 2060, Intip Strateginya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, mengungkap komitmen untuk membantu pemerintah mencapai target net zero emissions pada 2060.
Executive Vice President Perencanaan Strategis Pembangkitan PLN, Parulian Noviandri, mengatakan perseroan telah menyiapkan strategi melalui beragam program untuk dapat berkontribusi mencapai target net zero emissions pada 2060 mendatang. Strategi tersebut, antara lain mengkonversi pembangkit listrik berbasis batu bara ke gas dan energi baru terbarukan (EBT).
Baca Juga
Dari Batu Bara ke Surya hingga Angin, PLN Tancap Gas ke Energi Hijau
"Berbagai program yang kami buat itu, antara lain misalnya bagaimana emisi yang ada di pembangkit-pembangkit existing terutama pembangkit batu bara itu dikurangi," kata Parulian saat menyampaikan paparan dalam agenda Investortrust Green Energy Summit 2025 di JW Marriott, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Selain itu, Parulian menyebut PLN juga akan mendorong penggunaan teknologi carbon capture storage (CCS) untuk menekan emisi. "Tadi ada teknologi yang disampaikan Pak Rahmat (Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)), di industri pupuk ada carbon capture, di kami pun juga untuk pembangkit-pembangkit ada carbon capture yaitu carbon-nya atau CO2-nya bisa di storage atau diutilisasi digunakan untuk hal lain," ungkapnya.
Parulian mengatakan, PLN juga memperhatikan aspek-aspek lain dalam upaya menuju target net zero emission pada 2060. Aspek-aspek tersebut, pertama adalah bagaimana listrik yang disediakan memiliki harga murah dan terjangkau.
Baca Juga
Menurutnya, saat ini listrik yang disediakan PLN masih disubsidi, sehingga perseroan tetap berupaya mempertahankan agar biaya produksi tetap murah dan tidak menjadi beban.
Kemudian yang kedua, Parulian menyebut PLN turut memperhatikan aspek keberlanjutan. Ketiga, aspek yang sangat diperhatikan oleh PLN adalah security of supply.
"Tiga sisi ini kami perhitungkan juga dalam transisi energi. Kita menjaga tiga concern ini supaya listrik itu tersedia secara kualitas dan kuantitasnya. Kemudian secara harga terjangkau dan secara dampak lingkungan itu tidak berdampak kepada lingkungan," jelas Parulian.

