Pupuk Kaltim Perluas Cakupan Agrosolution, Jangkau 50.918 Petani
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperluas cakupan program pendampingan Agrosolution. Program ini telah menjangkau 50.918 petani dengan luas lahan mencapai 103.271 ha di 16 provinsi hingga September 2025.
Program yang berjalan sejak 2020 ini telah mencakup berbagai wilayah, dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Jawa Timur.
Menurut Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto, Agrosolution telah memberikan dampak nyata bagi petani di berbagai daerah. Buktinya, produktivitas pertanian di lokasi pendampingan meningkat rata-rata sekitar 16% pada padi dan rata-rata 41% pada jagung. Peningkatan produktivitas tersebut akhirnya berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani.
Baca Juga
“Memperingati Hari Tani Nasional tahun ini, Pupuk Kaltim berkomitmen hadir bagi petani lewat program Agrosolution. Kami tidak ingin berhenti hanya sebagai produsen pupuk saja, namun berkomitmen terjun langsung memberikan pendampingan,” kata Purwanto dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).
Purwanto menjelaskan, Agrosolution merupakan program pendampingan Pupuk Kaltim yang bertujuan membangun ekosistem pertanian modern secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui program ini, Pupuk Kaltim mendorong petani meningkatkan produktivitas lahan secara efisien, efektif, dan ramah lingkungan.
Dia mengungkapkan, program tersebut dilaksanakan melalui pendampingan intensif dan berkelanjutan kepada petani, didukung teknologi berbasis prinsip People, Planet, Prosperity, Peace, and Partnership (5P).
Purwanto menginformasikan, program pendampingan tidak terbatas pada pemberian bibit, pupuk, dan pengolahan tanah, tetapi juga adopsi teknologi, akses permodalan, serta kepastian pembeli (offtaker) dengan harga di atas rata-rata pasar.
Pupuk Kaltim, kata dia, juga berencana memperluas implementasi program Agrosolution guna memperkuat dampak program ini pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan.
“Lewat program ini, kami tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga kesejahteraan, serta kemandirian petani secara berkelanjutan,” ujar dia.
Baca Juga
Seorang petani padi asal Kalimantan Timur, Hadi Sugianto mengaku telah merasakan dampak positif Agrosolution. Peserta yang bergabung sejak 2024 ini mengatakan, produktivitas lahannya meningkat signifikan setelah mendapat pendampingan intensif.
Lewat program itu, Hadi mendapat pembekalan mengenai pertanian presisi, mulai dari pengukuran pH tanah, teknik pemupukan berbasis kebutuhan, hingga penyesuaian jenis dan dosis pupuk sesuai musim tanam.
Dia juga diperkenalkan dengan konsep pertanian organik yang lebih ramah lingkungan dan efisien. “Setelah ikut program Pupuk Kaltim, panen saya meningkat 60–70%. Dari awalnya hanya 3 ton per ha, sekarang bisa mencapai 4,5 hingga 7 ton sekali panen,” tutur Hadi.

