Setahun Usai Groundbreaking, Begini Progress Pembangunan Pabrik Pupuk Milik Pupuk Kaltim di Papua Barat
JAKARTA, investortrust.id – Rencana pembangunan pabrik pupuk baru di Kawasan Industri Terpadu di Fakfak, Papua Barat, yang digagas PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) masih terus berjalan.
Hampir setahun setelah prosesi groundbreaking pada 23 November 2023, Pupuk Kaltim kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada produktivitas pertanian. Terutama di wilayah Indonesia Timur lewat pembangunan pabrik pupuk baru tersebut.
Sekadar mengingatkan, proyek pembangunan pabrik pupuk di Fakfak tersebut, dikabarkan menjadi salah satu alasan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Pupuk Kaltim, sejak beberapa tahun lalu.
Baca Juga
Pupuk Kaltim Siapkan 365.364 Ton Pupuk Subsidi untuk Tiga Wilayah Ini
Kawasan Industri Terpadu Fakfak nantinya dijadikan kawasan industri pupuk pertama yang dibuka dalam 40 tahun terakhir di Indonesia. “Pembangunan pabrik ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah sekaligus Pupuk Kaltim untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” terang Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo secara tertulis, dikutip pada Senin (14/10/2024)
Jika beroperasi penuh, pabrik ini diproyeksikan bisa menghasilkan 1,15 juta ton pupuk urea dan 825 ribu ton amonia. Dengan nilai investasi sebesar lebih dari US$ 1 miliar, kapasitas produksi pabrik baru ini nanti bisa memenuhi sekitar 70-80% atau sekitar 4,5 hingga 5 juta ton kebutuhan pupuk nasional.
“Alhamdulillah, semua persiapan pembangunan pabrik baru di Fakfak masih terus berjalan secara dinamis. Pastinya, dalam setiap tahapan pembangunan pabrik, kami memastikan semua akan berjalan dengan baik dan sesuai aturan,” sambung Soesilo.
Baca Juga
Gelar Program Community Forest, Pupuk Kaltim Targetkan Tanam 10 Juta Pohon hingga 2030
Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga masih secara intens melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat untuk memastikan semua pihak terlibat aktif dan mendukung persiapan pembangunan pabrik tersebut.
Soesilo menegaskan, keterlibatan masyarakat lokal dan masyarakat adat selalu menjadi prioritas Pupuk Kaltim sejak awal rencana pembangunan pabrik digagas. Sebab, kehadiran kawasan industri tersebut sejak awal diproyeksikan dapat memberi kontribusi positif pada peningkatan ekonomi Indonesia Timur, serta pemberdayaan masyarakat setempat.
Pada tataran masyarakat adat, Pupuk Kaltim telah melakukan serangkaian upacara adat untuk memastikan seluruh proses persiapan yang dilakukan tetap dalam koridor melindungi hak masyarakat hukum adat.
Baca Juga
Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham (PGAS) yang Digenggam Lo Kheng Hong Ini
Pada waktu bersamaan, Pupuk Kaltim juga telah melakukan berbagai inisiasi pemberdayaan masyarakat demi meningkatkan ekonomi lokal. Salah satunya dengan menggagas berdirinya program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) di Fakfak sejak 2023.
Pupuk Kaltim bersinergi dengan Institut Pertanian Bogor University untuk memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Fakfak di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan.
“Sebanyak 48 lulusan pertama dari SPR Fakfak juga telah diwisuda pada Juni 2024 dan siap mengamalkan ilmunya di kehidupan bermasyarakat,” imbuh Soesilo.
Kawasan Industri Pupuk Fakfak yang direncanakan berdiri di lahan seluas 500 hektar diklaim sebagai bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam mewujudkan ekosistem pertanian berkelanjutan di Indonesia, terutama Indonesia Timur.
Baca Juga
6 Saham Metal Mining Ini Dipertahankan Beli, Pilihan Teratas TINS
Kehadiran pabrik amonia dan urea di Fakfak nantinya dipercaya bisa menggenjot produksi pupuk yang mendorong upaya mewujudkan swasembada pangan. Pasalnya, hal ini menjadi salah satu visi yang termuat dalam Asta Cita pemerintahan baru menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh proses ini berjalan dengan baik, melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat," tutup Soesilo.

