2045, Indonesia Diprediksi Mampu Ekspor 100 Juta Ton CPO
JAKARTA, Investortrust.id – Sama halnya pencapaian visi Indonesia Emas di tahun 2045, Indonesia diperkirakan akan mampu mengekspor produk minyak sawit mentah hingga 100 juta ton per tahun di tahun 2045.
Disampaikan Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, pencapaian target ekspor CPO sebesar 100 juta ton pada tahun 2045 merupakan hasil analisis yang didasarkan pada data historikal produksi CPO domestik.
“Jadi ini yang coba kami highlight karena melihat best hitungannya itu memang pada dasar historical yang sudah saat ini kita lakukan sampai tahun 2024,” kata Setia Diarta dalam kesempatan Focus Group Discussion mengenai Hilirisasi Produk Sawit Indonesia yang diselenggarakan Investortrust.id di Aula Kementerian Perindustrian, Jakarta, beberapa waktu lalu (20/6/2024).
Baca Juga
Disampaikan Setia, pemerintah dalam hal ini Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian juga tengah menyiapkan road map untuk Sawit Emas 2045. “Kami masih dalam tahap penulisan penyiapan dan hitungan-hitungan mungkin kalau dicapai, mungkin kalau 100 juta tadi itu sekitar dengan kesiapan di hulu juga, itu ada di 2045 nanti,” ujarnya.
Bicara soal hilirisasi, sejauh ini Kemenperin telah mendata setidaknya telah tercipta 250 produk turunan kelapa sawit yang sudah tersedia. Mundur sedikit ke belakang, pada akhir tahun 2011, tercatat jumlah atau jenis produk turunan kelapa sawit yang dapat dihasilkan oleh industri di dalam negeri tercatat hanya sekitar 48 jenis produk.
“Sedangkan di akhir tahun 2023, perkembangan jumlah atau jenis produk turunannya meningkat menjadi lebih dari 185 jenis. Ini sudah terjadi. Hanya saja memang untuk yang yang skala industri memang saat ini baru ini yang kami identifikasi dulu,” kata Setia.
Baca Juga
GIMNI Rekomendasikan Proses Produksi Minyak Sawit Rendah Emisi dan Rendah 'Fatty Acid'
Dalam kesempatan yang sama Setia juga memaparkan, per tahun 2022, industri Minyak Goreng Sawit (MGS) didukung oleh sekitar 104 pabrik termasuk sebanyak 82 di antaranya merupakan pabrik SIMIRAH2. Industri ini juga ditopang oleh sebanyak sekitar 105 perusahaan Repacker.
Sementara itu total Kapasitas Produksi MGS tercatat sebanyak 58,00 juta Kilo Liter yang sudah termasuk sekitar 49,50 Juta KL produk Simirah2. Sedangkan produksi MGS tercatat sekitar 20,47 juta Kilo Liter yang sebanyak 11,83 juta ton di antaranya diekspor. Perolehan devisa pada tahun yang sama dari industri ini tercatat US$ 12,25 miliar

