Pemerintah Masih Kaji Implementasi B50, Opsi B45 Jadi Solusi?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan kajian mendalam terkait kelanjutan program mandatori biodiesel B50 untuk tahun 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, meski saat ini implementasi B40 sudah berjalan, rencana penerapan campuran biodiesel yang lebih tinggi masih menunggu hasil studi teknis.
Dia membeberkan bahwa permintaan terhadap biodiesel terus meningkat. Bahkan, volume penyaluran berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan.
“Target kita 15,6 juta kiloliter (KL), tapi perkiraan di Desember sudah ada permintaan tambahan. Ada yang minta 100.000, ada yang 200.000 KL. Ini masih kita evaluasi bersama Ditjen Migas untuk melihat kebutuhan sebenarnya,” kata Eniya saat ditemui di JICC Senayan, Rabu (18/9/2025).
Terkait wacana penerapan B45 sebagai tahapan sebelum menuju B50, Eniya menegaskan bahwa opsi tersebut belum memiliki landasan kuat. Bahkan, pemerintah belum pernah melakukan uji coba maupun road test terhadap biodiesel B45.
“B45 itu kita enggak pernah melakukan testing, tetapi ini ada kajian memang di segmen 5 juga. Jadi kita nunggu kajian juga. Kemarin kajian baru pralaporan. Kita masih kritisi banyak, karena asumsi-asumsi yang dipakai itu untuk kajian yang dilakukan oleh BPDPKS itu kurang, apa ya, mengambil angka-angkanya itu belum pas gitu,” ucap Eniya.
Saat ini, EBTKE bersama para pakar dari universitas, staf ahli, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) masih membahas parameter-parameter teknis agar kajian lebih komprehensif.
Baca Juga
Indonesia Siap Lompat ke B50 di 2026! Ini Strategi Pemerintah Hadapi Tantangannya
Dia mengungkapkan, sejumlah parameter yang dikritisi baik dari sisi harga crude palm oil (CPO), insentif, pungutan ekspor, hingga bea keluar. Menurutnya, hal-hal ini kurang dibahas secara jeli.
Eniya menambahkan, pihaknya tetap menyiapkan skenario untuk implementasi B50 tahun depan sesuai arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Namun, keputusan final mengenai apakah langsung menuju B50 atau ada tahap perantara seperti B45 akan ditentukan setelah kajian rampung.
“Kalau saya mempersiapkan sesuai harapan Pak Menteri, yaitu B50. Tapi keputusannya nanti ada di Pak Menteri setelah kajian selesai,” tegas dia.

