Inilah Sektor-Sektor yang Layak Dapat Kucuran Kredit dari Stimulus Rp200 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Stimulus pemerintah senilai Rp200 triliun yang disalurkan melalui lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diyakini menjadi motor penting penggerak sektor riil. Dana jumbo ini dianggap mampu menyentuh sektor-sektor yang selama ini rentan kekurangan permodalan, mulai dari agro, UMKM, manufaktur, hingga infrastruktur.
Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai penyaluran kredit tersebut akan sangat krusial untuk mendorong pergerakan ekonomi di lapisan bawah. Menurutnya, sektor agro seperti pertanian, perikanan, dan peternakan memiliki peluang paling besar untuk terdorong secara langsung oleh stimulus ini.
“Selain itu, pembiayaan untuk UMKM, manufaktur, dan padat karya juga akan dominan. UMKM menjadi yang paling lemah karena cenderung tidak bankable, sementara manufaktur akan membutuhkan model kerja atau ekspansi. Sektor-sektor ini diharapkan bisa langsung bergerak, menyerap tenaga kerja, dan mendorong sektor riil,” ujar Reydi kepada investortrust.id, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga
Agar Dana Rp 200 Triliun di Bank Umum Terserap , HKI Sarankan Perbaiki Hambatan Birokrasi Investasi
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan bahwa efek dari program ini tidak hanya terbatas pada sektor perbankan. Menurutnya, stimulus tersebut akan memberikan dampak lebih luas kepada sektor properti, retail, hingga infrastruktur yang berkaitan erat dengan konsumsi masyarakat dan pembangunan.
“Selain sektor perbankan, tentu sektor properti, retail, hingga infrastruktur akan mendapatkan benefit dari program stimulus ekonomi Rp200 triliun. Efeknya bisa lebih luas karena sektor-sektor tersebut berhubungan langsung dengan konsumsi masyarakat dan pembangunan,” kata Nafan.
Sebagaimana dijelaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah menyalurkan Rp200 triliun dana stimulus melalui lima bank Himbara. Alokasi terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp55 triliun, PT Bank BNI Tbk Rp55 triliun, PT Bank BRI Tbk Rp55 triliun, PT Bank BTN Tbk Rp25 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun. Dana ini diharapkan mampu menggerakkan sektor-sektor prioritas yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

