Tol Bogor-Serpong Masuk Tahap Penandatanganan PPJT, Investasi Rp 8,95 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong yang akan menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, proyek tersebut telah memasuki tahap penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS).
“Bogor-Serpong itu tinggal tanda tangan PPJT. Kita kemarin baru dapat dokumen amdalnya bulan lalu, nah ini sekarang lagi persiapan,” ungkap Wilan di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
PT BSIS merupakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra, anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), BUJT tersebut resmi berdiri pada 11 September 2024 dengan modal dasar Rp 67,6 miliar.
Dalam struktur kepemilikan, PT Persada Utama Infra menggenggam porsi mayoritas sebesar 52%, Jasa Marga memiliki 26%, Adhi Karya 12%, dan Hutama Karya Infrastruktur 10%.
Merujuk dokumen Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, nilai investasi Tol Bogor-Serpong via Parung sebesar Rp 8,95 triliun, dengan nilai konstruksi mencapai Rp 5,27 triliun. Proyek ini akan membentang sepanjang 31,11 kilometer (km), menghubungkan persimpangan Salabenda di Bogor dengan Serpong melalui Parung.
Rencana trase jalan tol tersebut mencakup lima interchange dan dua junction, dengan jarak antar persimpangan sekitar 5 km.
Baca Juga
'Update' Proyek Tol: Sentul-Karawang Siap Tender, Pejagan-Cilacap Rampung FS

