Proyek MRT Timur–Barat Fase 1 Tahap 1 Masuk Tahap Tender pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan rencana pembangunan MRT lintas Timur–Barat Fase 1 Tahap 1 rute Tomang–Medan Satria yang akan menghubungkan Jakarta Barat dengan Kota Bekasi, Jawa Barat telah memasuki tahap lelang pada 2026.
“Jadi area pertama yang akan dibangun adalah fase 1 tahap 1, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina dalam forum jurnalis di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Weni menyampaikan, MRT Jakarta telah melakukan market sounding pada akhir 2025 dengan mengundang sejumlah kontraktor utama, mulai Jepang dan perusahaan asing lainnya.
Baca Juga
Progres MRT Harmoni–Mangga Besar Tembus 61%, Begini Detailnya
“Insyaallah kita juga akan memulai lintas Timur–Barat. Beberapa waktu lalu pada akhir 2025 kita juga sudah mengadakan market sounding, mengundang beberapa main contractor, khususnya dari Jepang maupun internasional lainnya, dan insyaallah kita sudah memulai tender pengadaannya di tahun ini,” jelasnya.
Dari sisi teknis, lanjut Weni, panjang rute MRT Tomang–Medan Satria direncanakan sekitar 24,5 kilometer (km). Selain lintas utama, akan dibangun jalur khusus sepanjang 5,7 km yang berfungsi menghubungkan jalur MRT dengan depo di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.
Menurut Weni, konstruksi lintas MRT Timur–Barat ini akan terbagi menjadi jalur layang (elevated) dan jalur bawah tanah (underground). Jalur layang direncanakan berada di trase Tomang–Grogol, serta dari kawasan Pakulonan hingga Cakung Barat dan Medan Satria. Sementara itu, jalur bawah tanah akan dibangun pada sejumlah segmen.
“Ini nanti yang menjadi area section underground, dari arah Roxy CP102 sampai dengan Cideng ini CP103, lalu masuk ke Thamrin ke Kwitang ini CP104, Kwitang ke Galur ini CP105, dan terakhir tadi di depo Rorotan itu di CP109,” paparnya.
Baca Juga
WIKA Beton (WTON) Garap Paket CP205 MRT Jakarta Senilai Rp 409 Miliar
Seiring pembangunan MRT lintas Timur–Barat tersebut, MRT Jakarta juga menyiapkan pengadaan sarana dan sistem perkeretaapian. Untuk melayani operasional lintas Tomang–Medan Satria, dibutuhkan sekitar 24 hingga 25 rangkaian kereta (trainset). “Nanti kita lihat skema cadangan operasinya. 24–25 trainset ini adalah untuk melayani lima menit headway,” imbuh Weni.
Terkait kebutuhan anggaran, Weni menyebutkan, satu trainset menelan sekitar Rp 300 miliar. “Untuk satu trainset, enam gerbong, itu di sekitar Rp 300-an miliar. Itu sudah termasuk seluruh perangkat yang ada di dalam (rangkaian kereta, red),” tutupnya.

