Satgas Baru Dibentuk untuk Pacu Transformasi Air Minum
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat transformasi sistem penyediaan air minum (SPAM). Untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut, kementerian menyiapkan sejumlah aturan baru.
"Pak Menteri (Dody Hanggodo) sudah mengeluarkan keputusan menteri pembentukan Satgas (Tri Banyu Arutala) untuk transformasi air minum, akan ada perubahan tata kelola dalam hal air minum," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana saat ditemui di JPO Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Satgas ini menjadi garda terdepan dalam percepatan transformasi penyediaan air minum dan pengelolaan sanitasi yang berkualitas serta berkelanjutan.
Baca Juga
Grup Salim Ikut Kembangkan SPAM Kertasari Bandung Senilai Rp 1,047 Triliun
Sebagai landasan hukum, Kementerian PU akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum dan ditargetkan rampung tahun ini.
"Yang paling cepat adalah kami akan berkoordinasi dengan Setneg untuk melakukan revisi PP 122 tentang layanan air minum. Untuk PP-nya kami upayakan tahun ini bisa selesai," ujar Dewi.
Meski transformasi air minum sudah dimulai tahun ini, Dewi menyatakan prosesnya membutuhkan waktu. "Yang namanya transformasi kan tidak akan bisa sebentar," katanya.
Di sisi lain, Dewi menyatakan, proyek SPAM Regional Karian-Serpong yang akan melayani air baku ke masyarakat di Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta masih dalam tahap pelelangan atau tender.
Menurut dia, Kementerian PU masih mengevaluasi studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek tersebut. “Kami masih evaluasi. (Sudah ada pemenang lelang?) Belum,” kata Dewi.
Secara terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno memastikan, suplai air baku dari Waduk Karian di Serpong segera masuk ke Jakarta sebelum 2030. Menurut dia, hal ini untuk mendukung target cakupan layanan air bersih 100% bagi warga Jakarta.
Baca Juga
"Sekarang Waduk Karian sudah selesai, dan memang sudah siap untuk mensuplai bahan baku air untuk Jakarta," kata Rano dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/9/2025).
Rano mengatakan, Waduk Karian dapat menampung hingga 314 juta meter kubik air, yang nantinya diolah menjadi air siap minum melalui SPAM Regional Karian-Serpong, dengan kapasitas 4.600 liter per detik.

