Menteri Basuki Optimistis Air Minum IKN Lebih Bagus dari Air Kemasan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, air minum di Ibu Kota Nusantara (IKN) lebih bagus dari air dalam kemasan.
Ia menyampaikan, PT Superintending Company of Indonesia atau Sucofindo akan segera mengeluarkan sertifikat terkait tingkat kekeruhan atau Nephelometric Turbidity Unit (NTUs) air di IKN.
''Alhamdulillah dari Sucofindo sudah memberikan kode. Saya ingin kualitas air minum di IKN lebih baik daripada kualitas air kemasan,'' kata Basuki dalam acara Festival Merdeka di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024).
Baca Juga
Kemenhub Optimistis Bandara IKN Bakal Rampung di Akhir Tahun 2024
Ia menambahkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air yang aman dikonsumsi memiliki tingkat kekeruhan maksimal 3. Sedangkan, tingkat kekeruhan air minum di IKN sudah di bawah 1
''Sekarang NTU-nya sudah jauh di bawah 1. Kalau Permenkes, NTU di (angka) 3 boleh diminum, tapi di IKN insya Allah sudah di bawah 1. Kalau kemasan itu (NTU) 0,8,'' ungkap Basuki.
Basuki juga mengatakan, seluruh pengelolaan dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) tidak hanya dilakukan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR melainkan juga dengan PT Moya Indonesia.
Baca Juga
Sempat Jeda Jelang HUT Ke-79 RI, WSBP Lanjutkan Suplai Proyek Jalan Tol IKN
Tak sampai di situ, ia juga meyakini, bertempat tinggal di dalam IKN dapat memperpanjang usia hingga 10 tahun lamanya.
''Makanya, hidup di IKN, insya Allah, akan bertambah panjang minimal 10 tahun. Lifetime kita akan bertambah panjang, karena polusinya nol, airnya bagus,'' pungkas Basuki.

