Harbolnas Siap Digelar, Menko Airlangga Targetkan Transaksi Naik Jadi Rp 35 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebutkan targat transaksi penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 pada 11-16 Desember mendatang sebesar Rp 33 triliun hingga Rp 35 triliun.
Target transaksi tersebut meningkat dibandingkan transaksi Harbolnas tahun sebelumnya mencapai Rp 31 triliun. Maka dari itu, Menko Airlangga berharap para UMKM dapat mempersiapkan semaksimal mungkin pada momentum penyelenggaraan ini.
Baca Juga
Pemerintah Harapkan Harbolnas 2024 Bisa Kerek Penjualan Hingga Rp 40 Triliun
"Harapannya tahun ini bisa lebih tinggi lagi dan targetnya di tahun ini antara Rp 33 triliun sampai dengan Rp 35 triliun," ucap Menko Airlangga pada acara "Kick Off Road to Harbolnas 2025" di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Menko Airlangga berharap target transaksi senilai Rp 35 triliun tersebut dapat tercapai, apalagi dalam konteks ini sektor konsumsi masyarakat atau rumah tangga merupakan salah satu indikator utama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, yakni dengan kontribusi sebesar 54%.
"Konsumsi yang kuat ini juga tentu mendorong bahwa Indonesia menjadi digital terbesar di ASEAN, sampai 2030 diperkirakan 40% dari US$ 1 triliun antara US$ 360 miliar sampai dengan US$ 400 miliar," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto menjelaskan, Harbolnas 2025 ini mengusung tema Nyatakan Cinta Nusantara. Tema itu diambil dengan tujuan menumbuhkan cinta dan komitmen seluruh masyarakat Indonesia terhadap perekonomian bangsa.
Baca Juga
Belanja Harbolnas, BINA, dan EPIC Sales Ditargetkan Rp 80 T, Penghematan Devisa Jadi Prioritas
"Di tengah era digital yang semakin kompetitif, kami mengetahui tantangan situasi ekonomi digital pada saat ini tidak dapat diatasi hanya dari satu pihak saja. Melainkan seluruh pihak yang terlibat, pelaku e-commerce yang terus berinovasi dengan teknologi, pelaku usaha yang terus meningkatkan kualitas maupun inovasi dari produk-produknya,” bebernya.

