Kadin Indonesia Siap Bantu Pemerintah Kembalikan Kepercayaan Investor Usai Demo Besar-besaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan siap membantu pemerintah Indonesia mengembalikan rasa percaya investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.
Pernyataan ini disampaikan Anindya merespons atas kekhawatiran sejumlah pihak perihal potensi risiko keamanan yang dapat menghambat masuknya investasi asing usai aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir.
"Dari sisi keamanan sudah kembali lagi, kita bisa lihat di lapangan. Apakah ada beberapa titik yang demonstrasi itu, juga dipersilakan. Tapi, saya cek ke 38 provinsi masih under control," ujar Anindya saat ditemui usai Luncheon & Discussion antara Kadin Indonesia dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI di RGE Lounge, Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Seperti yang diketahui, gelombang demonstrasi terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta, selama sepekan terakhir sejak Agustus lalu. Gelombang demo tersebut mulanya dipicu protes gaji tunjangan DPR RI. Aksi demo itu pun meluas setelah kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pengamanan unjuk rasa pada Kamis (28/9/2025) malam.
Sejalan dengan hal tersebut, Anindya menjelaskan, langkah yang juga akan diambil Kadin untuk membantu pemerintah adalah dengan memberikan gambaran kepada dunia internasional bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih baik.
"Yang paling penting memberikan gambaran kepada dunia internasional bahwa fundamental kita baik. Dari sisi growth 5,12%, inflasi kalau tidak salah 2,5%, lalu juga program-program mulai berjalan. Tapi memang dunia ini secara geopolitik memang cukup bisa dibilang dinamis," ungkap Anindya.
Lebih lanjut, Anindya menyebut, Indonesia perlu fokus pada konsumsi domestik dan juga perekonomian dalam negeri. Dalam kesempatan tersebut, Anindya pun menuturkan bahwa dunia usaha turut prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini.
"Kami dari dunia usaha tentu prihatin. Karena isunya ini kan tentu di awal mengenai keamanan. Karena keamanan ini tentu membuat sentimen dari sisi investasi, dari sisi perdagangan," ucap Anindya.
Anindya menambahkan, Kadin Indonesia sadar untuk terus berpikir positif ke depannya guna membangkitkan perekonomian jauh dari bayang-bayang ketakutan. Menurutnya, paling tidak stabilitas dari rupiah dan pasar modal terjaga.
"Ini merupakan sebuah simbol buat dunia luar. Apakah artinya distribusi ekonomi, pergerakan ekonomi di daerah itu sudah lancar? Tentu. Kami langsung koordinasi dengan 38 provinsi hari minggu beberapa hari yang lalu untuk menanyakan bagaimana. Secara umum, mereka fokus untuk melaksanakan aksi damai supaya tenang," jelas Anindya.

