Kadin Indonesia Bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Bahas Sejumlah Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di RGE Lounge, Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mendengarkan aspirasi dan masukan dari para pengusaha lintas sektor terkait dinamika perekonomian terkini.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya mengungkapkan, dunia usaha turut prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini di Indonesia, yakni unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu terakhir.
"Kami dari dunia usaha tentu prihatin. Karena isunya ini kan tentu di awal mengenai keamanan. Karena keamanan ini tentu membuat sentimen dari sisi investasi, dari sisi perdagangan," ujar Anindya.
Seperti yang diketahui, gelombang demonstrasi terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Jakarta, selama sepekan terakhir sejak Agustus 2025 lalu. Gelombang demo tersebut awalnya dipicu protes gaji tunjangan DPR RI. Aksi demo itu pun meluas setelah kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pengamanan unjuk rasa pada Kamis (28/9/2025) malam.
Sejalan dengan hal tersebut, Anindya menjelaskan bahwa Kadin Indonesia sadar untuk terus berpikir positif ke depannya guna membangkitkan perekonomian jauh dari bayang-bayang ketakutan. Menurut Anindya, paling tidak stabilitas dari rupiah dan pasar modal terjaga.
"Ini merupakan sebuah simbol buat dunia luar. Apakah artinya distribusi ekonomi, pergerakan ekonomi di daerah itu sudah lancar? Tentu. Kami langsung koordinasi dengan 38 provinsi hari minggu beberapa hari yang lalu untuk menanyakan bagaimana. Secara umum, mereka fokus untuk melaksanakan aksi damai supaya tenang," ungkap Anindya.
Lebih lanjut, Anindya menyebut, Kadin Indonesia juga bekerja sama dengan wali kota dan bupati untuk bisa menggerakkan ekonomi tanpa cepat-cepat mendapatkan tekanan untuk pendapatan asli daerah (PAD). Anindya mengatakan, kerja sama yang dilakukan ini melalui koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
"Tapi yang terakhir ialah, pesan yang paling penting adalah indonesia incorporated atau gotong toyong, korporasi itu mesti inklusif, jadi bukan saja pengusaha yang besar tapi juga yang menengah, dan tentunya UMKM dan koperasi," jelas Anindya.
Oleh karena itu, Anindya mendorong pemerintah untuk mengajak bicara Kadin, bukan hanya Kadin Indonesia, tapi juga Kadin Provinsi, Kabupaten Kota, dan juga dari sisi asosiasi.
"Tujuannya untuk apa? Kita membutuhkan deregulasi. Nah tadi sudah disampaikan bahwa salah satu deregulasi yang mau dijalankan ialah mengenai ketenagakerjaan. Nah ini penting, apalagi sekitar 3 bulan yang lalu sudah dicanangkan satgas dari tenaga kerja dan satgas deregulasi. Dua-duanya mesti ditindaklanjuti. Karena mulai daripada keamanan, desimenasi informasi, sampai kepada ya ujungnya deregulasi harus dilakukan dengan baik, tapi kami dari Kadin percaya bahwa program-program yang dicanangkan oleh Pak Presiden (Prabowo) itu niatnya baik, implementasinya juga mulai berjalan, tapi kita juga mesti saling mendukung dan kontrol-kontrol," jelas Anindya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya akan mendorong program untuk perumahan termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Menurut Airlangga, program ini sangat diperlukan oleh masyarakat dan bisa digelontorkan dengan cepat.
"Dan kedua tadi saya sampaikan diusulkan agar para pengusaha-usaha besar bisa membuka untuk magang para lulusan perguruan tinggi yang sebentar lagi akan masuk ke lapangan kerja. Sehingga dengan magang itu nanti akan sebagian akan menyerap angkatan kerja baru yang baru masuk," ucap Airlangga.
Airlangga menambahkan, dengan kesempatan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka bandara-bandara internasional ini didorong agar bisa beberapa kawasan yang sudah menjadi andalan para wisata dan para pengusahanya untuk mendorong hal tersebut. Lalu, Airlangga juga mendorong terkait dengan digitalisasi, karena digitalisasi termasuk AI akan memperkerjakan tenaga kerja yang banyak.
"Nah oleh karena itu pengusaha akan mendorong itu dan itu kan sebetulnya kayak machine learning dan yang lain itu sudah di-launching sejak kita launch industri 4.0. Jadi ini sekarang sebetulnya akselerasinya akan menjadi semakin tinggi. Tadi disampaikan untuk data labeling saja itu membutuhkan 10.000 tenaga kerja. Jadi itu salah satu contoh di sektor digital," pungkas Airlangga.
Sebagai tambahan informasi, pertemuan ini pun turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri James T. Riady, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Carmelita Hartoto, dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe.

