Anggaran PU 2026 Naik Jadi Rp 118 Triliun, Fokus Irigasi hingga Sekolah Rakyat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 118,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung swasembada pangan, perbaikan konektivitas jalan, hingga penyediaan sekolah rakyat.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, pagu indikatif awal 2026 hanya sebesar Rp 70,86 triliun. Namun, terdapat tambahan Rp 47,64 triliun sehingga total anggaran kementeriannya naik 37,8% Rp 118 triliun dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp 86 triliun.
“Anggaran digunakan untuk irigasi swasembada pangan, penyediaan air baku lewat sistem air minum terintegrasi, pembangunan infrastruktur konektivitas pangan, jalan daerah, serta sekolah rakyat,” kata Dody dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Baca Juga
Jelang Rampung, Bendungan Jragung Siap Pacu Produktivitas Pertanian 3 Kali Tanam
Selain fokus pada program prioritas, alokasi anggaran juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok kementerian, termasuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, serta rehabilitasi bendungan.
Dody mengungkapkan pihaknya sedang mengajukan pembukaan blokir anggaran sebesar Rp 19,69 triliun yang ditargetkan selesai pada September 2025. Dana tambahan ini akan digunakan untuk melanjutkan program strategis, termasuk Sekolah Rakyat tahap II di 104 lokasi senilai Rp 6,6 triliun, Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi tahap III Rp 3,09 triliun untuk 146.503 hektare, serta Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap I dan II senilai Rp 6,9 triliun.
“Tambahan anggaran ini penting untuk mempercepat penyelesaian proyek strategis sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di daerah,” ujar Dody.
Realisasi anggaran Kementerian PU hingga 1 September 2025 tercatat Rp 86,60 triliun. Jumlah ini termasuk tambahan Rp 2,6 triliun dari Sekolah Rakyat tahap 1C dan kelanjutan kontrak tahun jamak.
Baca Juga
Jika Sistem Irigasi Rampung, Kementan Berani Patok Produksi Beras 5 Juta Ton
Target Pembangunan 2026: Jalan, Tol, Bendungan, dan Irigasi
Berdasarkan Buku Nota Keuangan RAPBN 2026, beberapa target yang dicanangkan melalui anggaran fungsi ekonomi meliputi:
*Pembangunan jalan nasional sepanjang 194,75 km.
*Pemeliharaan jalan nasional sepanjang 1.507,08 km.
*Pembangunan jalan tol sepanjang 28,19 km.
*Pembangunan jembatan sepanjang 3.954,74 meter.
*Pembangunan flyover/underpass sepanjang 362,71 meter.
*Pembangunan 15 unit bendungan yang masih berlangsung (on going).
*Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi masing-masing seluas 4.000 hektare dan 100.000 hektare.

