Pagu Anggaran 2026 Dipangkas 69%, Kemenekraf Tetap Bidik 26 Juta Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pagu dasar anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 528,4 miliar, jauh lebih rendah atau dipangkas 69% dibandingkan alokasi 2025 yang mencapai Rp 1,7 triliun. Meski begitu, Kemenekraf tetap menargetkan penciptaan 26,06 juta lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 80,3 miliar dialokasikan untuk program ekonomi kreatif, sementara Rp 448,1 miliar digunakan untuk dukungan manajemen, termasuk belanja pegawai dan kebutuhan aset karena status kementerian yang masih baru.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa anggaran dasar ini belum cukup untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Baca Juga
Menekraf dan Menko PM Sepakat Cetak 1,2 Juta Lapangan Kerja Baru di Sektor Kreatif
Karena itu, Menekraf mengusulkan tambahan anggaran Rp 1,06 triliun, dengan rincian Rp 775,4 miliar untuk program ekonomi kreatif dan Rp 290,9 miliar untuk dukungan manajemen. Andai disetujui, total anggaran 2026 bisa mendekati Rp 1,6 triliun, hampir setara dengan tahun ini.
“Tambahan ini penting agar kami bisa mengakselerasi program prioritas, mulai dari pemberdayaan desa kreatif, subsektor kria, kuliner, hingga penguatan UMKM berbasis digital,” kata Riefky dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Selain itu, menurut Riefky, Kemenekraf menyiapkan beasiswa ekraf digital bagi talenta muda prasejahtera, pelatihan konten kreator, desain grafis, serta akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual agar karya kreatif bisa menjadi agunan pinjaman.
Menekraf mengungkapkan, dari sisi ketenagakerjaan, sektor ekonomi kreatif telah menyerap 26,5 juta tenaga kerja pada 2024. Tahun depan, jumlahnya ditargetkan mencapai 26,06 juta, lalu meningkat hingga 27,7 juta orang pada 2029. Angka ini diharapkan menjaga kontribusi ekraf sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga
Kemenekraf dan Kemensos Dorong Potensi Siswa Sekolah Rakyat Lewat Ekonomi Kreatif
Riefky Harsya menjelaskan, pemerintah juga menargetkan produk domestik bruto (PDB) ekraf tumbuh 5,7% pada 2026, dengan nilai investasi Rp 131–146 triliun dan ekspor menembus US$ 27,8 miliar.
Dia mengakui, usulan tambahan anggaran Kemenekraf harus bersaing ketat. Pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi APBN, dengan realokasi Rp 134,9 triliun per Juli 2025 ke program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.
“Ekonomi kreatif harus diposisikan bukan hanya sebagai konsumsi hiburan, tapi juga sumber daya produktif yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” jelas Riefky.

