Rapat dengan DPR, Mendag Mengeluh Anggarannya Turun Rp 871 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengeluhkan turunnya alokasi pagu anggaran 2026 untuk Kementerian Perdagangan (Kemendag). Keluhan itu disampaikan Mendag dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR.
Mendag Budi menjelaskan, sebagaimana tertuang dalam surat bersama perihal Pagu Anggaran Belanja Kementerian dan Lembaga Tahun 2026 pada 24 Juli 2025, Kemendag mendapatkan alokasi pagu anggaran Rp 1,4 triliun.
Baca Juga
RI Menangi Sengketa Biodiesel, Kemendag Harap Uni Eropa Tak Ajukan Banding ke WTO
"Apabila dibandingkan alokasi anggaran 2023, pagu anggaran Kemendag 2026 menurun Rp 871,87 miliar atau 38,37%," kata Budi Santoso di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/20205).
Mantan Sekjen Kemendag tersebut mengungkapkan, terdapat tiga program prioritas yang akan direaliasikan untuk menyerap anggaran 2026, yakni program perdagangan dalam negeri, perdagangan dalam negeri, dan program perhubungan manajemen.
Program perdagangan dalam negeri, menurut Mendag, akan memakan biaya Rp 34,46 miliar. Sedangkan program perdagangan luar negeri membutuhkan alokasi pembiayaan Rp 88,90 miliar. Adapun program perhubungan manajemen mendcapat alokasi biaya Rp 1,27 triliun.
Baca Juga
Mendagri Dorong Pemda Segera Perbaiki Fasilitas Publik yang Rusak
Mendag Budi memaparkan, pagu anggaran 2026 terdiri atas alokasi rupiah murni sebesar Rp 1,35 triliun atau 96,82% dan alokasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 44,53 miliar atau 3,18%.
"Sedangkan berdasarkan jenis belanja, pagu anggaran Kemendag 2026 digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja operasional Rp 1,19 triliun atau 85,01% dan belanja operasional Rp 209,87 miliar atau 14,99%," ungkap Budi Santoso.

