Shinta Kamdani: Koordinasi dengan PIhak Keamanan Penting agar WFH Tepat Sasaran dan Industri Tetap Berjalan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menyoroti pentingnya koordinasi antara asosiasi pelaku industri dengan aparat keamanan untuk memastikan kondisi suatu daerah secara akurat sebelum menetapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini disampaikan Shinta dalam rapat virtual Ketua Umum Kadin Indonesia bersama Anggota Luar Biasa (ALB) pada Senin, (1/9/2025).
Menurut Shinta, kebijakan WFH memang muncul karena adanya risiko demonstrasi yang menyebabkan banyak perusahaan memilih langkah tersebut. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua jenis pekerjaan dapat dijalankan dari rumah dan tidak semua kawasan berada dalam kondisi genting.
“WFH tentu berdampak pada operasional perusahaan. Kita sudah mendapatkan informasi dari Presiden, tapi dalam beberapa hari ke depan kita harus mendapatkan gambaran situasi yang akurat, apakah sudah bisa kembali normal,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa jika keputusan WFH dilakukan tanpa pertimbangan kondisi yang sebenarnya, maka produktivitas akan terganggu dan dunia usaha semakin diliputi ketidakpastian. Oleh karena itu, Shinta menilai informasi yang jelas dan koordinasi yang baik dengan aparat setempat sangat dibutuhkan agar pelaku usaha dapat menentukan langkah secara tepat.
Selain isu operasional, Shinta juga menyoroti dampak kerusuhan terhadap iklim investasi. Ia menyampaikan bahwa dalam jangka pendek beberapa pertemuan bisnis domestik maupun internasional telah dibatalkan, dan bila situasi ini berlanjut dikhawatirkan persepsi investor asing terhadap stabilitas Indonesia akan terpengaruh. Menurutnya, komunikasi pemerintah kepada investor harus tegas dan jelas agar dunia usaha tetap percaya bahwa keadaan masih terkendali.
Baca Juga
Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Konsolidasi Dunia Usaha Demi Stabilitas dan Kepercayaan Investor
“Saya rasa yang paling penting kemudian what’s next, kita sekarang tahu bahwa dampak apa yang terjadi pasti ada, baik itu melemahnya rupiah maupun di pasar saham. Walaupun kita lihat intervensi dari pemerintah, sehingga tidak terlalu mungkin hancur-hancuran, tapi jelas kalau ditanya, apakah dampak pada investasi kalau jangka pendek saat ini. Mungkin investor yang nggak datang, mungkin yang tadinya banyak pertemuan di Jakarta dibatalkan. Kalau ini berkelanjutan tentunya ini akan ber-impact lebih panjang,” tegasnya.
Lebih jauh, Shinta menyebut pentingnya komunikasi terbuka antara dunia usaha dengan pemerintah agar setiap kekhawatiran dapat disampaikan dan segera direspons. Ia menekankan bahwa Apindo sebagai wadah pengusaha yang bekerja sama secara bipartit dengan buruh juga harus terus berkoordinasi dengan serikat pekerja. Ia berharap agar pemerintah dapat mengambil posisi yang netral dan adil dalam pembahasan isu ketenagakerjaan, termasuk dalam penyusunan upah minimum yang akan diputuskan pada Oktober mendatang.
Shinta menambahkan bahwa situasi saat ini menuntut semua asosiasi untuk berperan aktif dalam meredakan ketegangan. “Teman-teman asosiasi mungkin semuanya kita juga harus bersama-sama mencoba untuk meredakan situasi supaya jangan sampai kita semua terbawa arus dengan kondisi yang berlarut-larut,” ujarnya.

