Pengamat Sarankan Pemerintah Bentuk Badan Khusus Agar CSR Tepat Sasaran
JAKARTA, investortrust.id - Distinguished Chair in Finance & Investment IPMI International Business School, Roy Sembel menyarankan, pemerintahan selanjutnya untuk membentuk badan baru, khususnya untuk program corporate social responsibility (CSR) lebih tepat sasaran sesuai dengan visi misi sustainable development goals (SDGs) 2030.
“Pemerintah sendiri harus membuat suatu badan ‘kayaknya’ yang non-kementerian, yang mengkoordinasi semuanya. Supaya pengusaha tidak bingung, harus ada kebijakan atau badan yang mengatur tentang hal ini. Bukan cuma tentang CSR, tapi tentang ESG-nya lah, karena mendukung SDG-nya,” kata Roy dalam acara focus group discussion (FGD) Road to CSR Awards 2024 di kantor investortrust.id, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga
Pengamat Sarankan Program MBG Didorong dengan CSR Perusahaan
Senada dengan hal itu, Sustainability Committee Advisor MMS Group Indonesia, Wijayono Sarosa tak menampik, perusahaan-perusahaan di sektor tambang ataupun energi juga cukup kebingungan dengan alur koordinasi kepada stakeholders mengenai program CSR atau Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
“Betul, banyak sekali stakeholders. Tetapi jangan lupa bahwa kami juga melapor kepada (Pemerintah) Provinsi dan Kabupaten. Yang memang agak sedikit membingungkan adalah koordinasi antara pusat-daerah, Kabupaten dan Provinsi,” sambung dia.
Baca Juga
Dorong Program CSR Berkelanjutan, MMS Group Indonesia Soroti Regulasi Pemerintah
Ia juga menekankan, aturan yang termaktub di Pasal 74 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas masih harus diperinci lebih lanjut mengenai pelaksanaan program CSR agar berdampak, khususnya bagi lingkungan kemasyarakatan.
“Salah satu kekurangan dari regulasi, peraturan teknisnya belum terlalu lengkap. Salah satu kelemahannya itu adalah alat ukur sebagai penentu kriteria keberhasilan (program CSR),” ujar Wijayono.

