LRT Jabodebek Tambah 2 'Trainset' Minggu Depan, 'Headway' di Jam Sibuk Kian Singkat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek akan mengoperasikan dua kereta tambahan atau trainset baru pada awal September 2025. Langkah ini diambil untuk memperkuat layanan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang di jam sibuk (peak hours).
Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, penambahan dua trainset tersebut akan dilakukan pada Senin (1/9/2025) atau Selasa (2/9/2025). Dengan tambahan itu, LRT Jabodebek akan mengoperasikan total 26 trainset dari sebelumnya 24.
Baca Juga
Transaksi Lebih Praktis, LRT Jabodebek Terapkan QRIS Tap Oktober 2025
“Bulan depan akan ada penambahan dua trainset. Jadi pada 1 atau 2 September nanti bisa 26 trainset. Secara fisik sudah kita siapkan, grafik perjalanan kereta api juga sudah kita siapkan, tinggal jalan operasinya,” kata Purnomosidi dalam media briefing peringatan 2 tahun beroperasinya LRT Jabodebek di Menteng, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Menurut Purnomosidi, kehadiran dua trainset tambahan akan membuat total perjalanan harian meningkat signifikan. Dari sebelumnya 396 perjalanan, LRT Jabodebek akan melayani 424 perjalanan per hari mulai September. KAI menargetkan langkah ini mampu memperpendek waktu tunggu antar-kereta atau headway yang selama ini menjadi perhatian utama pengguna.
“Pada prinsipnya penambahan dua trainset adalah untuk memperpendek headway dan memperbanyak frekuensi KA,” ujarnya.
Lonjakan pengguna
LRT Jabodebek yang melayani rute Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi telah menjadi salah satu moda transportasi publik berbasis rel dengan pertumbuhan pengguna tercepat dalam 2 tahun terakhir.
Baca Juga
Lanjutkan Proyek LRT Jabodebek di 2026, Pemerintah akan Terbitkan Jaminan Pinjaman Rp 23,4 T
Sejak resmi beroperasi pada 28 Agustus 2023, LRT Jabodebek telah melayani 43.696.661 pengguna. Pada tahun pertama operasional, jumlah pengguna mencapai 16.999.647 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 26.697.014 orang pada tahun kedua atau naik 57%.
Dengan capaian 43 juta pengguna dalam 2 tahun, LRT Jabodebek dipandang sebagai salah satu tonggak transformasi transportasi perkotaan di Indonesia. Penambahan armada diharapkan memperkuat peran moda ini dalam mengurangi kemacetan dan emisi di kawasan Jabodetabek.

