Lanjutkan Proyek LRT Jabodebek di 2026, Pemerintah akan Terbitkan Jaminan Pinjaman Rp 23,4 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menerbitkan surat jaminan atas fasilitas pinjaman senilai Rp 23,4 triliun untuk percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan serta RAPBN 2026, jaminan tersebut diberikan guna mendukung kelanjutan proyek LRT Jabodebek yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, bahkan emisi karbon.
Baca Juga
Sinar Mas Land Lirik Potensi Perpanjangan Rute LRT Jabodebek ke Kota Wisata Cibubur
“Dalam rangka percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi sebagai amanat percepatan penyelenggaraan LRT Jabodebek, Pemerintah telah menerbitkan satu surat Jaminan Pemerintah atas fasilitas pinjaman senilai Rp 23.419,1 miliar,” tulis dokumen tersebut, dikutip Senin (25/8/2025).
Adapun risiko fiskal yang mungkin timbul dari pinjaman tersebut terjadi saat PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tidak dapat memenuhi kewajiban finansial kepada sindikasi kreditur tepat waktu, sehingga pemerintah harus menanggung pembayaran tersebut.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Tutup Gap Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BGTG Layak Dipilih
Sekadar informasi, rute LRT Jabodebek lintas Cibubur mencakup Stasiun Dukuh Atas BNI, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran Bank BJB, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Harjamukti.
Lebih jauh, LRT telah melayani penumpang sebanyak 13.040.403 penumpang dengan rata-rata sebanyak 61.511 penumpang per hari sepanjang semester I 2025. Pendapatan yang diperoleh dalam periode tersebut tercatat sebesar Rp 159,5 miliar.

