Kesetaraan Bukan Sekadar Kata, Elnusa (ELSA) Cetak Talenta Tangguh Tanpa Batas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Tak ada emas yang berkilau tanpa ditempa, tak ada bangsa yang tangguh tanpa kesetaraan. Ungkapan ini seolah menjadi cermin komitmen PT Elnusa Tbk (ELSA) dalam membangun kekuatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama bisnis.
Sebagai bagian dari subholding upstream Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Elnusa menyadari bahwa keberlanjutan operasional dan finansial tak bisa dilepaskan dari pengelolaan talenta yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Di balik kilau performa bisnis sebuah perusahaan, ada tangan-tangan yang bekerja dalam senyap—manusia sebagai penggerak utama setiap capaian. Dalam tubuh Elnusa, tidak ada sekat dalam melihat potensi. Setiap individu dinilai setara, tak peduli latar belakang gender atau keterbatasan fisik.
Direktur SDM dan Umum Elnusa Hera Handayani, menyampaikan bahwa saat ini 15% dari total karyawan adalah perempuan. Adapun yang lebih membanggakan lagi, 20% dari posisi manajerial telah diisi oleh perempuan.
“Di Elnusa 15% dari komposisi seluruh karyawan itu wanita, dan 20% managerial itu sudah diduduki oleh wanita,” kata Direktur SDM dan Umum Elnusa Hera Handayani dalam wawancara eksklusif podcast dengan Investortrust, Kamis (17/7/2025).
Namun, Hera juga menyadari bahwa tantangan tak berhenti pada angka. Beberapa pekerja perempuan, meski memiliki kualifikasi unggul, terkadang menolak ditempatkan di wilayah pelosok karena alasan pribadi maupun keluarga.
Meski demikian, selama kompetensinya sesuai dan ada kesediaan, Elnusa membuka pintu selebar-lebarnya. Dunia migas memang penuh tantangan, dan tak semua siap untuk meninggalkan kenyamanan demi pekerjaan di lokasi terpencil.
Tak hanya soal gender, Elnusa juga memberi ruang bagi pekerja difabel. Melalui program inclusive hiring, perusahaan telah membuka peluang karier di berbagai lini, mulai administrasi, teknologi infromasi (TI), hingga pengelolaan data migas.
Bahkan, ada di antara mereka yang memegang posisi penting sebagai programmer. Meski jumlahnya belum besar, Hera menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya simbolis. “Ini bukti bahwa kesempatan tidak dibatasi oleh identitas. Mereka bukan pelengkap, tetapi penggerak inovasi,” ujarnya.
Elnusa tak sekadar mencatat angka keberagaman untuk laporan keberlanjutan. Setiap pekerja diberi ruang untuk tumbuh melalui program pengembangan talenta, agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri hari ini, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang kokoh untuk masa depan.
Bagi Elnusa, kesetaraan bukan jargon, tetapi strategi bisnis jangka panjang. Hal ini tercermin dalam roadmap keberlanjutan perusahaan hingga 2030, yang dengan jelas memasukkan inklusi dan kesetaraan sebagai komponen utama.
Baca Juga
Saham Elnusa (ELSA) 5 Tahun Konsisten Naik, Investor 'Cuan' Besar
Dampak strategi ini terasa nyata. Dalam rentang 2023–2024, produktivitas per pekerja meningkat 3% dari sisi pendapatan, 37% dari laba bersih, dan 12% dari EBITDA.
Selain itu, inisiatif, seperti Elnusa Leadership Development Program (ELDP) dan program kesejahteraan pekerja (EGOP) terbukti berhasil menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan individu maupun organisasi. Rata-rata waktu pelatihan pekerja mencapai 99 jam per orang, dengan tingkat kepuasan internal sebesar 106% dan pencapaian asesmen teknis hingga 97%.
Secara keseluruhan, laba bersih perusahaan melonjak 42% year-on-year (yoy) mencapai Rp 713,67 miliar pada 2024, didorong pendapatan yang juga tumbuh 7% menjadi Rp 13,39 triliun. Bahkan hingga paruh pertama 2025, pendapatan terus naik sebesar 10%, mencapai Rp 6,9 triliun, berkat pertumbuhan sektor logistik BBM.
SDM dukung target pemerintah 1 juta barel minyak
Namun, kontribusi Elnusa tak berhenti di sana. Sebagai tulang punggung sektor hulu migas nasional, Elnusa memegang peranan strategis dalam misi besar pemerintah, yakni mencapai target lifting 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2030.
Dengan 80% layanan yang berkaitan langsung dengan eksplorasi, produksi, dan distribusi migas, kunci keberhasilannya terletak pada manusia. Teknologi secanggih apa pun, bagi Elnusa, takkan berdaya tanpa SDM yang unggul, adaptif, dan inklusif.
Untuk itu, Elnusa mendirikan program learning center demi menyiapkan tenaga profesional yang siap mengelola inovasi, seperti digitalisasi di sektor hulu. Di sini, pelatihan tak hanya teknis, tapi juga menyentuh aspek analitik dan soft skill agar pekerja mampu bertahan dan berkembang di industri yang keras.
Baca Juga
Keuangan Sehat, Elnusa (ELSA) Lunasi Sukuk Rp 715 M Tanpa Utang Baru
Bagi Elnusa, manusia adalah energi sejati. Mereka bukan hanya penopang roda bisnis, tetapi juga penyulut nyala keberlanjutan. Dalam filosofi ini, kesetaraan menjadi bahan bakar strategis, yakni menggerakkan mesin korporasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebab di era kini, keunggulan bisnis tak lagi cukup bila tak berakar pada keadilan.

