Sobat Bumi Pertamina Bukan Sekadar Beasiswa, tetapi Cetak Generasi Tangguh dan Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Beasiswa Sobat Bumi (SobI) PT Pertamina (Persero) membentuk penerimanya tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi memiliki keterampilan soft skill. Beasiswa ini menjadi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan dengan beragam manfaat untuk penerimanya, mulai bantuan biaya pendidikan, biaya hidup, serta jejaring mahasiswa, dan alumni penerima beasiswa dari seluruh Indonesia.
Nilai tambah Beasiswa Sobat Bumi terletak pada aksi atau kegiatan yang diwajibkan kepada para penerimanya, yakni aksi pelestarian lingkungan (Aksi Sobat Bumi) dan energi terbarukan untuk ekonomi masyarakat desa (Desa Energi Berdikari Sobat Bumi)
Inilah yang dirasakan oleh Iqbal Fauzi, alumni mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan penerima beasiswa Sobat Bumi angkatan ke-8 yang kini menjadi perwira PT Pertamina Hulu Energi (PHE) lewat program Bimbingan Profesi Sarjana Subholding Upstream (BPS SHU) 2024.
Baca Juga
Kisah Sukses Program Pertamina Ubah Nasib Nelayan Jadi Pengusaha Bengkel
Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat dua keterampilan yang diperoleh selama menjadi SoBI dan terus dibawa hingga menjadi perwira, yakni nilai adaptif dan kolaboratif.
“Dua nilai ini saya peroleh, salah satunya, ketika melakukan Aksi Sobat Bumi di tengah keterbatasan mobilitas akibat pandemi, mulai mengelola webinar, menyusun konten kampanye lingkungan di media sosial, dan melakukan aksi sosial dengan konsep layanan tanpa turun (drive-thru). Meski kegiatan ini terlihat sederhana, proses di baliknya menuntut sinergi antar-tim dan komunikasi dengan stakeholders. Inilah yang saya bawa dalam kehidupan sebagai seorang perwira, untuk bisa tetap tenang, terbuka pada perubahan, sigap menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan serta mengedepankan kolaborasi demi mencapai tujuan bersama,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025).
Bagi Iqbal, Aksi Sobat Bumi (Aksi SoBI) menjadi momen pembelajaran untuk bisa bermakna bagi orang lain. “Dari pengalaman Aksi SoBI, saya belajar bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang bisa dicapai untuk diri sendiri, tetapi tentang apa yang bisa diberikan untuk orang lain.
"Ketika kita punya rezeki, baik itu dalam bentuk uang, tenaga, atau waktu, dan kita gunakan untuk membantu sesama atau menjaga alam, maka hidup kita menjadi jauh lebih bermakna,” tambah Iqbal.
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan bahwa beasiswa Sobat Bumi tidak sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi mendorong praktik berkelanjutan ke masyarakat lewat rangkaian capacity building.
“Sesuai namanya Sobat Bumi, mereka didorong untuk juga menjalankan peran keberlanjutan Pertamina melalui kegiatan wajib yang dilakukan setiap tahunnya, yakni Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi. Dengan kegiatan tersebut, kami membina mereka agar terampil dalam mendorong praktik-praktik keberlanjutan ke masyarakat,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan bahwa beasiswa Sobat Bumi bukan sekadar beasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan untuk berkontribusi nyata melalui inovasi untuk masyarakat yang selaras dengan arah kebijakan Asta Cita pemerintah, SDGs, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program peasiswa Sobat Bumi berkontribusi nyata dalam Asta Cita pemerintah terkait pembangunan SDM dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) di antaranya TPB 4 (pendidikan berkualitas), TPB 7 (energi bersih), dan TPB 13 (penanganan perubahan iklim).
Baca Juga
Tim Medis Beberkan Cara Aman dan Sehat Ikuti Pertamina Eco RunFest 2025
Hingga 2024, penerima beasiswa Sobat Bumi mencapai 5.316 orang dan kini telah bermitra dengan 42 perguruan tinggi dari Sumatra sampai Papua, di antaranya Universitas Sumatra Utara, Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi Balikpapan, Universitas Wiralodra, dan Universitas Cenderawasih.
Selain beasiswa Sobat Bumi, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina gencar melakukan pembinaan dan pengembangan generasi muda sebagai dukungan Pertamina pada peningkatan kualitas dan sumber daya manusia.
"Sejalan dengan program Asta Cita pemerintah, generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelas Fadjar.

