Subsidi Energi Membengkak Jadi Rp 210 Triliun, Listrik Jadi Pos Terbesar di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 210,1 triliun untuk belanja subsidi energi pada 2026. Angka ini meningkat 14,24% dibandingkan subsidi energi yang tercantum dalam outlook APBN 2025 sebesar Rp 183,9 triliun.
Subsidi energi sendiri terdiri atas subsidi jenis BBM tertentu, LPG tabung 3 kg, serta subsidi listrik.
Baca Juga
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, dikutip Rabu (20/8/2025), pada 2026, subsidi listrik tercatat naik 17,39% menjadi Rp 104,6 triliun, dibandingkan outlook 2025 sebesar Rp 89,1 triliun. Ini menjadi angka kenaikan tertinggi jika dibandingkan subsidi energi yang lain.
Sementara itu, subsidi untuk LPG tabung 3 kg pada 2026 sebesar Rp 80,3 triliun, naik 16,88% dibandingkan outlook tahun ini yang berada di angka Rp 68,7 triliun. Selanjutnya, subsidi jenis BBM tertentu sebesar Rp 25,1 triliun pada 2026, turun dibandingkan outlook 2025 yang sebesar Rp 26,1 triliun.
Pada periode 2021-2024, realisasi subsidi energi mengalami perkembangan fluktuatif dengan kecenderungan meningkat. Fluktuasi tersebut terutama dipengaruhi perkembangan asumsi dasar ekonomi makro, volume penyaluran jenis BBM tertentu dan LPG bersubsidi, serta kebijakan besaran subsidi tetap untuk minyak solar.
Selama periode 2021-2024, subsidi energi meningkat dari semula Rp 140,4 triliun pada tahun anggaran 2021 menjadi Rp 177,6 triliun pada tahun anggaran 2024.
Baca Juga
Realisasi subsidi jenis BBM tertentu dan LPG tabung 3 kg selama periode 2021-2024 mengalami peningkatan dari semula Rp 83,8 triliun pada tahun anggaran 2021 menjadi Rp 101,8 triliun pada tahun anggaran 2024.
Sementara itu, realisasi subsidi listrik selama periode 2021-2024 mengalami peningkatan sebesar 10,2%, dari semula Rp 56,6 triliun pada tahun anggaran 2021 menjadi Rp 75,8 triliun pada tahun anggaran 2024.

