Kucurkan Rp 402,4 Triliun untuk Ketahanan Energi, Prabowo Ingin RI Jadi Pelopor Energi Bersih
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 402,4 triliun untuk mendukung ketahahan energi di dalam negeri. Dana tersebut akan dimasukan dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026.
"Secara keseluruhan tahun 2006 dukungan fiskal pemerintah, yaitu Rp 402,4 triliun untuk ketahanan energi," ucap Prabowo pada pidato kenegaraannya di agenda Nota Keuangan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga
Program 3 Juta Rumah Terus Bergulir, APBN 2026 Bakal Hasilkan 770.000 Rumah
Presiden Prabowo menjelaskan, alokasi anggaran untuk ketahanan energi tersebut akan direalisasikan melalui berbagai macam program, seperti subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta penyediaan listrik desa.
"Kita perkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa, produksi minyak dan gas kita tingkatkan. Harga energi kita jaga, dan transisi menuju energi bersih kita percepat," ungkapnya.
Terkait Subsidi energi tersebut, Ketua Umum Gerindra tersebut menegaskan harus dilakukan secara adil, tepat sasaran. Prabowo tidak menginginkan percepatan ketahanan energi tidak hanya dinikmati oleh pihak-pihak yang mampu.
"Energi baru terbarukan adalah masa depan. Kita harus genjot pembangunan pembangkit dari surya, dari hidro, dari panas bumi, dan dari bio energi. Indonesia harus menjadi pelopor energi bersih dunia," terang Prabowo.
Baca Juga
Selain itu, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mencapai 100% pembangkitan listrik dari energi baru dan terbarukan dalam waktu 10 tahun atau lebih cepat. Bahkan, menurutnya hal tersebut dapat dicapai lebih cepat dari target dunia, yakni pada 2060 mendatang.
"Dan rakyat kita dari kota hingga desa harus menikmati energi yang terjangkau dan berkelanjutan. Berbagai dukungan APBN untuk penguatan ketahanan energi," tambahnya.

