Bandara Internasional Jadi Magnet Pariwisata, AHY Ungkap Rencana Ini
AHY Sampaikan Arahan Presiden Prabowo untuk Reaktivasi Bandara Internasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penetapan dan pengaktifan status bandara internasional di sejumlah daerah karena bisa menjadi magnet pariwisata.
AHY mengatakan, instruksi tersebut disampaikan langsung dalam sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu. “Pak Presiden memberikan tugas agar bandara internasional perlu kita hidupkan,” ujarnya dalam rapat koordinasi di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Baca Juga
Menurut AHY, langkah ini bertujuan meningkatkan arus wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, kata dia, akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk merumuskan penetapan dan strategi pengaktifan bandara internasional.
“Semangatnya adalah mengaktifkan bandara internasional di lokasi tertentu untuk menghadirkan arus pariwisata yang lebih baik. Namun, perlu kita uji juga apakah dampaknya signifikan setelah dibuka,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub menetapkan kembali 40 bandara di Indonesia berstatus internasional, meningkat tajam dari 17 bandara sebelumnya.
Baca Juga
Urgensi Bandara Perintis Mengakselerasi Pembangunan Daerah yang Kompetitif
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37/2025 dan KM 38/2025, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperluas konektivitas, mempercepat pengembangan pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Langkah ini membalikkan kebijakan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mengurangi jumlah bandara internasional menjadi 17 untuk alasan efisiensi dan fokus pada bandara dengan trafik tinggi.

