Jaringan 1,4 GHz Dibangun dalam 5 Tahun, Fokus untuk Internet Rumah
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyatakan bahwa pembangunan jaringan internet berbasis spektrum frekuensi 1,4 GHz akan berlangsung secara bertahap dalam waktu 5 tahun. Proses ini dilakukan sesuai komitmen pemenang lelang frekuensi yang diumumkan pada akhir 2025.
Dirjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi Wayan Toni Supriyanto menjelaskan bahwa tahun pertama akan difokuskan pada kesiapan industri dan infrastruktur dasar. Sejumlah vendor telah menyiapkan perangkat, seperti base transceiver station (BTS) dan modem untuk rumah tangga, sebagai tahap awal implementasi.
“Jadi begini lah, tahun itu kan mereka akan 5 tahun membangun sesuai commitment-nya. Tahun pertama sambil industri ini siap, karena kan sudah beberapa vendor sudah menyiapkan baik BTS sama modemnya untuk yang di rumah,” ujar Wayan saat ditemui di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, seperti dikutip Rabu (6/8/2025).
Baca Juga
Soal Lelang Frekuensi, Telkomsel Dukung Skema 'Win-Win Solution'
Wayan memproyeksikan pembangunan awal dapat dimulai pada November sampai Desember 2025. Saat itu, operator diperkirakan mulai menggelar jaringan akses yang akan melayani jutaan pelanggan rumah tangga. “Pengguna homepass (internet) kita itu hampir 30 juta. Ya, dari 30 juta ini akan dibawa ke mereka dijual menggunakan (frekuensi) 1,4 Ghz,” jelasnya.
Wayan menekankan bahwa jaringan 1,4 GHz akan difokuskan untuk layanan fixed broadband, bukan seluler. Infrastruktur tulang punggung, seperti backbone dan backhaul akan tetap menggunakan teknologi fiber optik (Evo). Sementara spektrum 1,4 GHz hanya dipakai pada segmen distribusi terakhir menuju pengguna akhir.
“Kalau kita gambar backbone, backhaul itu kan sudah pakai Evo. Saya minta ini pakai Evo semua. Terakhir BTS. BTS inilah yang ke rumah-rumah pakai 1,4,” ujarnya.
Ia menyebut pendekatan ini akan membuat jaringan utama ditarik hingga ke BTS, lalu didistribusikan ke rumah-rumah dengan frekuensi 1,4 GHz. Konsep ini dinilai paling efektif untuk memperluas jangkauan internet rumah dalam waktu cepat.
Baca Juga
Telkomsel (TSEL) Targetkan 5.000 BTS 5G Sampai Akhir Tahun Ini
Sebelumnya, Kemenkomdigi telah membuka lelang frekuensi 1,4 GHz yang akan digunakan operator untuk memperkuat layanan internet rumah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat transformasi digital dan meningkatkan penetrasi internet nasional, khususnya di kawasan padat penduduk.
Penetapan harga layanan juga tidak akan dipatok pemerintah, tetapi diharapkan tetap terjangkau karena investasi yang lebih efisien lewat fixed wireless access. Pemerintah mendorong tarif layanan sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000 untuk kecepatan hingga 100 Mbps, tetapi kelayakan bisnis dan investasi operator tetap menjadi faktor penggerak utama.

