Lelang Frekuensi 1,4 GHz untuk Internet Murah Segera Digelar Bulan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan akan menggelar lelang spektrum frekuensi 1,4 GHz pada Juli 2025. Frekuensi ini ditujukan untuk mendukung layanan internet murah dan cepat melalui jaringan tetap lokal berbasis packet switched atau broadband wireless access (BWA).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto membenarkan bahwa lelang akan digelar di bulan Juli 2025. Namun, saat ini pihaknya masih menyusun sejumlah kesiapan dan regulasi.
“Kayaknya (pengumuman lelang) belum minggu ini, karena masih menyiapkan regulasinya,” kata Wayan saat dihubungi investortrust.id, Selasa (1/7/2025).
Wayan menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah merampungkan regulasi dan dokumen seleksi. Salah satunya adalah Peraturan Menteri dan Rancangan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (RKM) terkait standarisasi perangkat BWA, yang telah diserahkan ke Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.
Baca Juga
Kemenkomdigi Siapkan Internet 100 Mbps Seharga Rp 100 Ribu, Lelang Frekuensi Segera Digelar?
Wayan juga menyebut masih ada sejumlah hal yang harus dipastikan sebelum lelang digelar, mulai dari aturan penggunaan spektrum, standar perangkat, hingga teknis pelaksanaan lelang.
“Sejauh ini masih menyiapkan regulasi dan dokumen seleksi,” tambah Wayan.
Sekadar informasi, frekuensi 1,4 GHz akan dilelang sebanyak 80 MHz pada pita 1.427–1.518 MHz. Alokasi ini dibagi dalam tiga regional layanan: Regional 1 (Jawa dan Papua), Regional 2 (Sumatera dan Bali-Nusa Tenggara), serta Regional 3 (Kalimantan dan Sulawesi). Selanjutnya, hak penggunaan spektrum akan diberikan dalam bentuk Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR).
Wayan menekankan bahwa kehadiran spektrum 1,4 GHz menjadi solusi untuk memperluas layanan internet tetap, khususnya di wilayah yang mengalami kendala penggelaran jaringan serat optik. Langkah ini juga menjadi bagian dari target pemerintah menghadirkan internet cepat hingga 100 Mbps secara merata.
Tantangan utama saat ini adalah tingginya biaya layanan dan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah rural dan sub-urban. Dalam konteks tersebut, frekuensi 1,4 GHz dinilai sebagai opsi strategis untuk memperluas jangkauan internet dengan biaya lebih terjangkau.

