Kadin Indonesia Bahas Industrialisasi Pupuk dan Sekolah Kejuruan bersama Menlu Belarusia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, melakukan audiensi dengan Menteri Luar Negeri Belarusia, Maxim Ryzhenkov, bersama delegasi bisnis Belarus di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Anindya menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Belarus telah terjalin selama lebih dari tiga dekade. Ia menyebut kerja sama kedua negara menjadi semakin strategis, mengingat Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) dengan Belarus dalam kerangka yang lebih luas, yakni Eurasia.
"Di dalamnya ada Rusia dan juga tentunya Belarusia," ujar Anindya seusai pertemuan.
Menurutnya, Belarusia merupakan negara yang unggul di sektor pupuk. Tak hanya ingin menjual produk pupuk, Belarus juga menunjukkan minat untuk berkontribusi dalam proses industrialisasi pupuk di Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Dalam rangka Pak Presiden Prabowo menekankan ketahanan pangan ini menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, beliau juga sempat bertemu dengan Pak Menlu, Pak Menko Pangan, dan Presiden Belarusia saat berkunjung ke Minsk setelah Bastille Day di Prancis sebulan lalu," jelas Anindya.
Selain sektor pupuk, Belarus juga memiliki kekuatan di bidang industri alat berat, termasuk traktor dan truk yang dibutuhkan dalam pembangunan dan sektor industri. Belarus bahkan telah memiliki pengalaman industri yang kuat di sejumlah negara di Afrika, yang menurut Anindya bisa menjadi model kerja sama serupa di Indonesia.
Baca Juga
Kadin Indonesia Perkuat Konsolidasi Internal dan Wawasan Kebangsaan Lewat Retret di Akmil Magelang
"Mereka menggambarkan betapa kuatnya mereka juga di Afrika. Jadi kenapa tidak dengan Indonesia? Tentunya dalam konteks membangun industri di dalam negeri agar nilai tambahnya juga dinikmati di Indonesia," ujarnya.
Anindya menyampaikan bahwa Kadin Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama perdagangan ke berbagai kawasan, termasuk Amerika, Uni Eropa, China, Rusia, dan kawasan Eurasia seperti Belarusia.
"Pertemuan ini berlangsung hangat. Saya rasa ini bagian dari upaya Kadin memanfaatkan peluang, termasuk dorongan dari asosiasi agar tenaga kerja Indonesia bisa lebih diberdayakan," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12% secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2025. Capaian ini, menurutnya, menunjukkan hasil dari kebijakan efisiensi pada kuartal sebelumnya serta insentif dari pemerintah.
"Ini menandakan bahwa sehabis efisiensi di Q1, di Q2 sudah mulai keluar hasilnya dengan insentif-insentif pemerintah. Rencana perdagangan yang besar pun harus diiringi perubahan pola pikir bahwa Indonesia tak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mengolahnya dengan teknologi agar memiliki nilai tambah," papar Anindya.
Di bidang sumber daya manusia, Anindya mendorong penguatan pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan sebagai bagian dari kerja sama yang ditawarkan kepada Belarusia. Ia menilai, jika Belarus mampu memproduksi alat berat, alat pertahanan, hingga produk pupuk, maka mereka juga memiliki kekuatan di sisi teknologi dan pelatihan tenaga kerja.
"Karena itu saya meminta Pak Menlu Belarusia untuk turut memikirkan bagaimana memperkuat vocational studies kita agar kita bisa mencetak lebih banyak tenaga kerja migran yang memiliki keahlian. Mereka juga kuat di bidang olahraga, yang meskipun bukan ranah Kadin, bisa memperkuat hubungan antar masyarakat," tutupnya.

