Kadin Indonesia Perkuat Konsolidasi Internal dan Wawasan Kebangsaan Lewat Retret di Akmil Magelang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menghadiri acara silaturahmi dan diskusi bersama para pemimpin redaksi (Pemred) media nasional di Plataran Menteng, Jakarta, Senin malam (4/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Anindya memaparkan agenda Retret Kadin 2025 yang akan digelar pada 7–10 Agustus 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Retret ini bertujuan memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin.
“Retret ini penting untuk menguatkan semangat kebangsaan. Akmil, selain mendidik untuk menjadi tentara, juga mengajarkan kedisiplinan. Dalam konteks ketahanan nasional, ketahanan ekonomi menjadi bagian yang sangat penting. Isu ekonomi adalah yang paling relevan saat ini,” ujar Anindya.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta retret akan mengikuti pelatihan khusus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Menurutnya, pelatihan dari Lemhannas dikenal sangat formal, ketat, dan bermanfaat. “Teman-teman Kadin yang pernah mengikuti program Lemhannas, baik yang panjang maupun singkat, selalu merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Retret ini juga menjadi momentum bagi Kadin untuk menyelaraskan diri dengan arah pembangunan pemerintah. “Kami ingin memiliki intuisi yang sama dengan pemerintah, terutama dalam menyambut program pembangunan yang besar dan masif. Kadin siap berperan dalam membantu eksekusi di lapangan,” jelas Anindya.
Baca Juga
Mendukung Visi Besar Presiden, Kadin Menjalani Retret untuk Memperkuat Semangat Indonesia Inc.
Ia menekankan bahwa momen ini sangat strategis mengingat pemerintah tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari 5–6% menjadi 8%. Selain itu, program-program Presiden Prabowo Subianto banyak melibatkan pelaku UMKM dan wilayah daerah, yang merupakan domain kekuatan Kadin.
Retret akan diikuti oleh sekitar 200 peserta, terdiri dari wakil ketua umum koordinator, wakil ketua umum, kepala badan, perwakilan dari 38 Kadin Provinsi, serta beberapa asosiasi mitra. “Animonya sangat tinggi. Meski mereka tahu akan tidur di tenda dan bangun pagi, mereka tetap antusias karena ingin memperkuat karakter dan kebangsaan,” tutur Anindya.
Ketika ditanya mengenai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan acara, Anindya menyatakan bahwa pihaknya masih menyesuaikan jadwal dengan agenda presiden. Meski demikian, ia menyebutkan telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden maupun timnya.
“Kami berharap beliau bisa hadir dan menyampaikan langsung visinya kepada Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi. Sebagai mitra strategis pemerintah sesuai Undang-Undang, Kadin ingin memastikan bahwa kemitraan ini benar-benar terstruktur dan dieksekusi dengan baik di lapangan,” pungkas Anindya.

