Bagikan

'Go Green', Ini Jurus Andal Kilang Pertamina Turunkan Emisi dan Wujudkan Energi Bersih

Poin Penting

KPI dorong BBM rendah emisi standar Euro 4 dan Euro 5 di berbagai kilang.
Produk energi hijau hadir lewat B40, HVO, hingga SAF berbasis minyak jelantah.
Komitmen kuat dijalankan lewat roadmap transisi, modernisasi, dan proyek RDMP.

JAKARTA, Investortrust.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus menunjukkan komitmennya untuk turut menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan ketahanan energi nasional. Salah satunya dengan terus mendukung transisi energi di Indonesia, menuju energi ramah lingkungan.  

Pjs Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Milla Suciyani mengatakan, dalam menuju transisi energi di Indonesia, KPI menekankan pada dua langkah utama yang dilaksanakan perusahaan, yakni menghasilkan bahan bakar rendah emisi dan berinovasi dalam menghasilkan produk bahan bakar hijau (green fuel).

Menurut Milla, dua hal tersebut merupakan langkah yang berbeda, tetapi memiliki tujuan sama, yaitu memastikan lingkungan menjadi lebih baik, lebih hijau, dan bersahabat untuk semua.

Baca Juga

6 Jurus Kilang Pertamina Menuju 'Go Green', Nomor 5 Bikin Industri Penerbangan Teriak 'Yes'

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk KPI yang bergerak di industri pengolahan minyak. Untuk itu, peta jalan atau roadmap kami juga mengarah ke sana. Hal ini juga tentunya sejalan dengan peta jalan yang dicanangkan oleh pemerintah,” ujar Milla.

Terkait energi rendah emisi, KPI telah melakukan sejumlah inovasi, di antaranya memproduksi bahan bakar minyak (BBM) berstandar dunia, setara dengan Euro 4 atau Euro 5 yang diproduksi oleh Kilang Cilacap, Kilang Balongan dan Kilang Balikpapan.

Milla mengatakan, BBM ini lebih ramah lingkungan karena memiliki kadar sulfur rendah, yakni 50 ppm (parts per million). Angka ini jauh lebih rendah dibanding BBM konvensional yang kadar sulfurnya bisa mencapai 500 ppm. 

Produk BBM standar Euro 4 yang kini sudah beredar di pasaran, di antaranya Pertadex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95. Tak berhenti di sana, KPI juga memproduksi BBM dengan kadar sulfur yang lebih rendah lagi, yakni sesuai standar Euro 5 dengan 10 ppm. Kini, BBM ramah lingkungan tersebut telah diproduksi di Kilang Balongan dengan nama di pasaran, Diesel X.

Milla menyatakan, Kilang Balikpapan juga akan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) setara Euro 5 melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Total kapasitas pengolahan di kilang tersebut mencapai 360.000 barel per hari.

Kilang minyak Pertamina. (Dok Pertamina)
Source: Dok Pertamina

“BBM kita akan jauh lebih baik dibandingkan dengan standar dunia. Ini sekaligus menunjukkan komitmen KPI untuk memastikan kilangnya dapat memproduksi BBM rendah emisi, yang lebih ramah lingkungan,” sambung Milla.

Sementara terkait dengan green energy atau energi hijau, lanjut Milla, KPI juga telah melakukan inovasi dengan menghasilkan sejumlah produk BBM dari bahan campuran non-fosil, diantaranya adalah biodiesel dengan campuran minyak nabati yang saat ini 40% (B40). "Komitmen KPI untuk turut mensukseskan program B40 tersebut dilakukan melalui Kilang Plaju dan Kilang Kasim," kata Milla. 

Selain itu, KPI juga kini telah memiliki kemampuan dalam memproduksi jenis BBM lainnya dengan 100% nabati, yakni hydrotreated vegetable oil atau HVO. Produk Pertamina dikenal dengan nama Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD). KPI juga saat ini tengah memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) dengan bahan baku used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah.

Baca Juga

Kilang Pertamina Cetak 'Yield Valuble' Produk 83,2%, Ini Rahasia Inovasinya

Tantangan transisi energi
Meski teknologi produksi BBM rendah emisi KPI telah teruji, Milla menyampaikan bahwa ada sejumlah tantangan yang dihadapi KPI dalam transisi energi. Hal utama yang menjadi perhatian adalah memaksimalkan kapasitas produksi agar produk kilang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

KPI terus melakukan pembaruan terhadap fasilitas eksisting, membangun kilang baru, serta melanjutkan proyek RDMP guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi. “Dengan teknologi kilang yang kami miliki, sumber daya manusia yang kompeten, dan dukungan penuh dari pemerintah, kami optimistis mampu memberikan kinerjan opearsional yang maksimal dan memenuhi kebutuhan energi nasional,” pungkas Milla.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024