Kemenkomdigi Ancam Tindak Tegas Starlink jika Jual Perangkat Jelajah
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan layanan internet berbasis satelit Starlink tidak diperbolehkan menjual perangkat jelajah di Indonesia. Pemerintah hanya mengizinkan layanan tersebut digunakan secara tetap di rumah atau pada kasus tertentu, bukan di kendaraan yang bergerak.
Untuk itu, Kemenkomdigi mengancam bakal menindak tegas dengan mencabut izin hak labuh atau landing right Starlink jika melanggar larangan tersebut,
“Kalau ada ditemukan (penggunaan) di mobil, kita akan cabut landing right-nya di Indonesia,” ujar Dirjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, saat ditemui di SMPK Penabur, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Bakal Saingi Starlink dan Kuiper, Nusantara V Jadi Bukti Industri Satelit Nasional Kian Kompetitif
Menurut Wayan, larangan ini merupakan bagian dari komitmen Starlink agar beroperasi sesuai dengan regulasi nasional. Perangkat jelajah yang dimaksud adalah modem Starlink yang dipasang di kendaraan dan tetap dapat berfungsi saat bergerak.
“Itu tidak diizinkan. Kecuali di kapal laut, kita izinkan selama dia bergerak maksimal 7 hari,” tambahnya.
Meski Starlink telah mengantongi izin hak labuh (landing right), Kemenkomdigi pun menegaskan tidak ada pengecualian dalam kebijakan ini. Baik perangkat lama maupun baru dengan kemampuan jelajah dilarang beredar di pasar. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah siap menjatuhkan sanksi tegas.
Saat ini, Starlink diketahui telah membangun tujuh hub di Indonesia dan menggunakan spektrum frekuensi E-Band. Starlink Services Indonesia (SSE), selaku entitas lokal, juga telah membayar sesuai ketentuan untuk menambah kapasitas dan jumlah pelanggan baru.
“Starlink jangan dipikirkan Starlink SpaceX ya, tetapi ini adalah Starlink Service Indonesia adalah penyelenggara Indonesia dia. Jadi mereka sama dengan internet-internet yang lain yang ada di Indonesia. Jadi kami pemerintah harus memberlakukan yang namanya level playing field yang sama,” tegas Wayan.
Sebelumnya, Starlink sempat menghentikan penambahan pelanggan baru di Indonesia karena keterbatasan kapasitas. Namun kini layanan tersebut sudah kembali tersedia dan bisa dipesan kembali oleh pelanggan baru.

