Bahlil Percepat Perizinan KKKS Demi Genjot 'Lifting' Migas dam Wujudkan Swasembada Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan akan mempercepat perizinan bagi kontraktor kontrak serja sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) yang kini masih dalam proses.
Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai target lifting migas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 barrel oil per day (BOPD), yang juga menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi.
Baca Juga
Bahlil Serahkan Dokumen Pra-Studi Kelayakan 18 Proyek Hilirisasi, Total Investasi Rp 618 Triliun
"Kita semua tahu bahwa salah satu program prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu adalah kedaulatan energi. Sudah barang tentu ini bukan hanya menjadi slogan, tetapi ini merupakan cita-cita mulia dari negara yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo," ujar Bahlil pada gelaran CEO Forum 2025 di kantor SKK Migas Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Bahlil menginginkan potensi migas dengan seluruh konsesi yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan lifting. Adapun dari 128 cekungan, baru terdapat 20 cekungan yang berproduksi. Hal ini mengindikasikan masih banyak potensi yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Kemudian, masih banyak wilayah kerja (WK) yang sudah memiliki plan of development (POD), tetapi tidak berjalan.
Maka dari itu, sesuai arahan dari Presiden Prabowo, Bahlil akan bekerja sama dengan KKKS untuk mencari terobosan dalam rangka peningkatan lifting, termasuk mencari akar permasalahan apabila terjadi perlambatan dalam perizinan, sekaligus mempercepat prosesnya.
"Saya akan turun membantu Bapak Ibu semua untuk proses perizinan. Namun, saya mohon bagi yang sudah selesai izinnya, dan atau yang tidak ada persoalan lagi, tolong segera jalan. Kalau tidak maka kami akan melakukan langkah-langkah yang terukur. Sudah barang tentu by regulasi," ungkap Bahlil.
Baca Juga
Tarif Impor Turun ke 19%, Bahlil: Kemampuan Negosiasi Prabowo di Atas Rata-rata
Selain itu, Bahlil juga berpesan agar ada pemberdayaan bagi masyarakat daerah. Pembinaan dan pemberian kesempatan bagi masyarakat setempat menjadi krusial agar keberadaan kekayaan migas di daerah memberikan dampak positif.
Terkait dukungan fiskal untuk mewujudkan proyek hulu migas yang ekonomis, Bahlil menyampaikan saat ini sudah tidak masalah gross split atau cost recovery karena internal rate of return (IRR) sudah dibuat ekonomis.

