Maskapai Garuda Indonesia Bakal Sehat, Ini yang Dilakukan Danantara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Konsolidasi menyeluruh BUMN ke dalam satu entitas bernama Danantara Asset Management menjadi langkah fundamental dalam mentransformasi lanskap BUMN Indonesia. COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa melalui konsolidasi ini, seluruh dividen BUMN dikelola dalam satu sistem, sehingga pelaksanaan aksi korporasi dan restrukturisasi dapat dilakukan secara efisien dan terarah.
“Dulu BUMN berjalan seperti silo-silo, masing-masing tidak saling terkait dan hanya berhubungan langsung ke Kementerian Keuangan. Tidak ada sinergi antar perusahaan. Akibatnya, banyak BUMN menghadapi masalah yang berujung pada penjualan aset sebagai satu-satunya solusi,” jelas Dony dalam kesempatan acara Chief Editors Gathering bersama para pemimpin media massa di Jakarta pada Jumat (25/7/2025).
Salah satu contoh konkret dari pendekatan baru ini adalah restrukturisasi Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, termasuk Citilink dan GMF AeroAsia. Menurut Dony, penyelamatan Garuda dilakukan tidak hanya melalui suntikan dana, melainkan melalui berbagai corporate action strategis yang memperkuat posisi keuangan perusahaan tanpa mengubah total neraca.
Baca Juga
Pandu Sjahrir: Danantara Ubah Kekhawatiran Jadi Kepercayaan, Beri Efek Positif di Pasar Modal
“Kita lakukan debt-equity swap antara utang Citilink dan Pertamina. Karena kalau ditagih antar BUMN juga tidak efektif, lebih baik kita konversikan ke dalam bentuk saham. Maka Pertamina memiliki saham di Citilink. Setelah itu, kita inject Pelita Air ke Citilink, dan Citilink menjadi sehat secara equity,” ujar Dony.
Langkah selanjutnya adalah menyuntikkan aset berupa tanah ke dalam GMF. Sebelumnya, GMF menyewa lahan dari Angkasa Pura, namun dengan konsolidasi ini, aset tersebut dimasukkan ke dalam modal, menjadikan GMF tidak lagi harus membayar sewa, dan neraca keuangan mereka menjadi positif.
“Secara neraca konsolidasi tidak ada perubahan besar, tapi masing-masing entitas menjadi sehat. Equity Citilink, GMF, dan bahkan Garuda, semuanya positif. Baru setelah itu kita bisa tambahkan cash sesuai dengan business plan CEO-nya,” jelas Dony lagi.
Dengan terkonsolidasinya BUMN dalam satu struktur, Danantara dapat mengintegrasikan solusi lintas perusahaan tanpa proses birokratis yang panjang. Transaksi antar perusahaan yang sebelumnya penuh sengketa dan dispute kini bisa ditangani dengan lebih sederhana. “Intercompany transaction kita itu ratusan triliun, dispute-nya ribuan. Tapi setelah terkonsolidasi dalam satu entitas, semuanya bisa kita selesaikan dengan cepat dan profesional,” tambah Dony.
Baca Juga
Danantara Siap Terima 'Return' Lebih Rendah, Tapi Ini Syaratnya...
Pentingnya transformasi ini tidak hanya terletak pada efisiensi restrukturisasi, tetapi juga pada peningkatan kesehatan finansial perusahaan. Semua dilakukan tanpa harus menambah beban negara atau mengubah posisi total neraca. Pendekatan berbasis business model dan business plan menjadikan pemberian tambahan modal lebih selektif dan efektif.
Transformasi yang dilakukan Danantara pun tidak terbatas pada aspek bisnis semata, tetapi juga menyentuh budaya kerja. “Di Danantara, tidak ada lagi direksi yang dibawakan tas oleh staf. Semua bekerja secara profesional. Ini bagian dari transformasi budaya yang kami jalankan,” kata Dony.
Dalam lima bulan ke depan, Danantara menargetkan percepatan pelaksanaan 21 program prioritas, termasuk restrukturisasi berbagai BUMN strategis lainnya seperti Krakatau Steel, sektor asuransi dan rumah sakit.
Langkah ini menunjukkan bahwa konsolidasi BUMN melalui Danantara bukan hanya wacana, melainkan strategi nyata menuju efisiensi, profesionalisme, dan kemandirian finansial perusahaan negara.

