Skor OTP 97,9 Persen, Garuda Indonesia Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Secara Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - OAG Aviation Worldwide, badan pemeringkatan independen tingkat ketepatan waktu maskapai global melalui platform OAG Flightview memaparkan laporan yang salah satu isi materinya menyatakan bahwa maskapai Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 97,9%, tertinggi di antara maskapai global.
Menanggapi hal ini, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro mengatakan bahwa capaian ini merupakan milestone penting dalam perjalanan transformasi kinerja Perusahaan, khususnya dalam memperkuat fondasi operasional yang semakin kompetitif dan konsisten.
“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata. Ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” ujar Thomas dikutip Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga
Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari penguatan disiplin operasional di seluruh lini, mulai dari optimalisasi kesiapan armada, optimalisasi rotasi pesawat, hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan.
“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan Garuda Indonesia Group yang terus menjaga standar operasional secara disiplin, bahkan di tengah dinamika industri yang menantang. Kami akan terus menjaga momentum ini sebagai bagian dari langkah menuju fase turnaround yang lebih solid dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Berdasarkan metodologi yang digunakan oleh OAG Aviation Worldwide, perhitungan OTP didasarkan pada waktu kedatangan aktual pesawat di gate dibandingkan dengan jadwal yang ditetapkan. Selain itu, data juga memperhitungkan keseluruhan penerbangan yang dioperasikan dengan persyaratan cakupan data minimal 80% dari total penerbangan terjadwal serta ambang batas minimum operasional untuk dapat masuk dalam pemeringkatan global.

