BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian PKP Percepat Penyediaan 3 Juta Rumah bagi Pekerja
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan dukungan nyata terhadap kebutuhan perumahan pekerja dalam bentuk pembangunan maupun renovasi rumah.
"BPJS Ketenagakerjaan memiliki komitmen kuat. Kami bahas, dalam 3 tahun terakhir mereka telah membantu 567 unit rumah di 2022, 494 unit di 2023, dan hingga Juni 2024 telah menyalurkan bantuan untuk 390 unit rumah. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional 3 juta rumah," ujar Maruarar Sirait yang sering disapa Ara itu di Jakarta, Jumat (25/7/2025) dilansir Antara.
Kementerian PKP bersama BPJS Ketenagakerjaan menyepakati langkah awal kerja sama strategis dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi para pekerja di Indonesia, melalui sinergi program perumahan nasional.
Baca Juga
BNI Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Lebih lanjut, kerja sama itu ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman (MoU), dengan fokus pada sinergi antara program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan program manfaat layanan tambahan (MLT) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian PKP. BPJS Ketenagakerjaan akan memanfaatkan data kepesertaan untuk melakukan profiling pekerja yang membutuhkan rumah, serta memastikan mereka mendapatkan akses pembiayaan tepat.
"Dengan jumlah peserta mencapai 39,3 juta orang, kami memiliki basis data yang kuat untuk menargetkan program FLPP dan MLT secara lebih efektif. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung kesejahteraan pekerja," kata Pramudya.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, hingga saat ini sudah tersalurkan 134.400 unit rumah melalui skema FLPP, dan 76% di antaranya diakses pekerja swasta yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Rencana kerja sama tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi perumahan. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto mengatakan mereka siap memberikan insentif berupa pembebasan uang muka bagi para pekerja yang mengakses rumah subsidi.
Baca Juga
Dukung Program 3 Juta Rumah, Ini 5 Program yang Akan Dikerjakan Perumnas
"Langkah konkret ini akan difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Kementerian PKP melalui sosialisasi langsung ke perusahaan-perusahaan, agar pekerja semakin mudah mendapatkan akses rumah yang layak," ujar Joko.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pencapaian target nasional penyediaan 3 juta rumah, sekaligus memperluas akses perumahan yang terjangkau dan layak bagi pekerja di seluruh Indonesia.

