Dukung Program 3 Juta Rumah, Ini 5 Program yang Akan Dikerjakan Perumnas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah, Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) telah menyiapkan lima program utama pembangunan hunian di berbagai wilayah Indonesia.
Plt Direktur Utama Perumnas Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak mengungkapkan, program ini ditujukan untuk menurunkan backlog kepemilikan rumah yang saat ini mencapai 9,8 juta unit.
Menurutnya, program 3 juta rumah tidak hanya menjawab persoalan mengenai hunian semata, tapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial budaya, dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Backlog terbesar ada di Jawa Barat yaitu sekitar 2,1 juta rumah tangga belum memiliki rumah. Kedua, di Jakarta sekitar 1,2 juta rumah tangga. Ketiga, di Sumatera Utara sekitar 938.000. Keempat Jawa Timur sekitar 895.000. Dan Jawa Tengah sekitar 800.000 rumah tangga,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Perumnas, kata Tambok, telah menginventarisasi lahan seluas 2.000 hektar yang clean and clear, serta siap mendukung program tersebut. Dari luasan itu, diperkirakan dapat dibangun sekitar 161.000 unit rumah.
Baca Juga
Perumnas Siap Bangun 161.000 Rumah, Harga Mulai Rp 166 Jutaan dan Angsuran Rp 985.000
Program pertama, pengembangan kawasan perumahan skala besar. Program ini akan dikembangakan diatas lahan seluas 1.600 hektar, dengan target pembangunan 80.000 unit rumah. Lokasi tersebar di wilayah dengan backlog tertinggi seperti Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Banten, dan Sulawesi Selatan.
Kedua, program hunian berbasis transit oriented development (TOD). Sebanyak 62 hektar lahan yang berada di sekitar Jakarta dan Bogor disiapkan untuk proyek TOD. Fokusnya adalah hunian vertikal dan landed house yang terintegrasi dengan transportasi publik untuk memangkas waktu tempuh kerja masyarakat urban.
“Anak-anak muda kita saat ini rata-rata untuk mencapai lokasi kerjanya bisa memakan waktu 2 jam. Dengan TOD, kami berharap bisa dipangkas rata-rata jadi 30-40 menit perjalanan untuk sampai ke area pusat kota,” kata Tambok.
Ketiga, program pengembangan hunian vertikal. Perumnas juga menyiapkan hunian vertikal yang dekat dengan akses publik lain seperti terminal bus dan jalan utama. Fokusnya pada kalangan milenial yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau di pusat kota.
Program keempat adalah penataan kawasan kumuh vertikal. Seluas 37 hektar lahan akan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan padat dan kumuh. Program ini beroptensi menampung sekitar 37.600 keluarga, terutama di wilayah Sumatera Selatan dan Jakarta.
Terakhir, program perumahan skala kecil. Untuk lahan-lahan di bawah 30 hektar, Perumnas akan membangun sekitar 20.000 unit rumah. Total luasan lahan mencapai 238 hektar yang tersebar di Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

