Fraksi Partai Gerindra: Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyambut baik peluncuran 80.000 lebih Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi desa dengan memastikan masyarakat desa memiliki akses langsung terhadap pasar, pembiayaan, serta infrastruktur logistik dan kebutuhan dasar.
"Koperasi merupakan jawaban atas masalah ketimpangan struktural yang selama ini menghambat kemajuan desa. Warga desa dapat berhimpun untuk menerapkan sistem perekonomian dengan asas gotong royong dan kekeluargaan yang hasilnya dinikmati oleh seluruh anggota koperasi," kata Budisatrio dalam keterangannya, Selasa (22/7/2025).
Budi menambahkan, program ini juga merupakan wujud nyata penerapan ekonomi pancasila, sekaligus refleksi dari visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dengan membangun perekonomian dari desa. Program Koperasi Merah Putih diluncurkan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Saat ini telah disiapkan 103 koperasi percontohan yang akan menjadi model awal pengembangan.
Budisatrio menilai koperasi bisa menjadi solusi atas masalah perekonomian struktural di desa yang disebabkan oleh rantai pasok yang tidak efisien, harga komoditas yang mahal, serta ketergantungan pada tengkulak dan pinjaman ilegal karena akses ke lembaga keuangan formal masih terbatas.
Baca Juga
Koperasi Desa Dirilis Hari Ini, Inilah Manfaat yang Bisa Dinikmati Masyarakat
“Selama ini, petani, nelayan, dan pelaku usaha di desa sering dirugikan karena sistem rantai pasok yang tidak berpihak pada produsen kecil. Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk menyerap dan mengakomodir komoditas dari setiap pedesaan serta menyediakan akses mendasar untuk menopang dan mendorong aktivitas perekonomian di desa tersebut.” ujar Budisatrio.
Model Koperasi Desa Merah Putih terdiri atas tujuh unit usaha inti, diantaranya toko sembako, klinik desa, apotek, cold storage, layanan simpan pinjam, unit logistik, dan kantor koperasi. Semua unit tersebut terhubung langsung dengan BUMN strategis seperti BULOG, Pertamina, Biofarma, dan Pupuk Indonesia. Budisatrio menuturkan melalui sistem ini, warga desa diharapkan tidak lagi bergantung pada perantara yang seringkali merugikan, dan dapat mengakses kebutuhan pokok serta menjual hasil panen dengan harga yang baik.
“Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar unit usaha, tetapi merupakan wadah utama untuk membuat desa kita naik kelas, sejahtera, dan makmur. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memperbaiki ketimpangan, dan saya juga telah menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi Gerindra DPR RI untuk turut mengawal dan menyukseskan program ini agar berjalan tepat sasaran dalam menggerakkan ekonomi desa sesuai visi Presiden,” ucapnya.

