Kenaikan Harga Emas Terpangkas Setelah Trump Bantah Kabar Pemecatan Powell
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas melonjak pada Rabu (16/7/2025) menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana memecat Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Namun, kenaikan emas terpangkas setelah Trump membantah klaim tersebut.
Harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi US$ 3.352,49 per ons setelah menguat sebanyak 1,5% pada sesi sebelumnya. Sementara harga emas berjangka AS
naik 0,7% pada US$ 3.360,80.
The New York Times mengatakan Presiden Trump menyusun surat pemecatan Powell dan telah menunjukkannya kepada anggota Partai Republik di DPR dalam pertemuan di Ruang Oval Selasa (15/7/2025).
Baca Juga
ETF Emas Siap Melantai di BEI Kuartal IV 2025, Tunggu Regulasi OJK Terbit
Di Gedung Putih pada Rabu, Trump mengatakan tidak berencana memecat Powell, tetapi menolak mengesampingkan kemungkinan apa pun, mengutip penyelidikan soal kelebihan biaya proyek renovasi kantor pusat The Fed senilai US$ 2,5 miliar.
“Berita utama yang menunjukkan Trump mempertimbangkan pemecatan Powell mendorong harga emas naik. Trump kemudian mengklarifikasi bahwa kemungkinannya sangat kecil. Pasar emas terombang-ambing oleh fluktuasi harga,” kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali dikutip CNBC.
Harga emas juga turut terdongkrak oleh serangan udara Israel di Damaskus, Suriah, yang merusak Kementerian Pertahanan dan menghantam dekat istana presiden. Serangan tersebut menambah kekhawatiran geopolitik dan mendorong pembelian emas sebagai aset safe haven.
Dalam urusan perdagangan, Komisi Eropa bersiap menargetkan barang-barang AS senilai US$ 84 miliar untuk dikenakan tarif jika perundingan dagang dengan Washington gagal setelah Trump pekan lalu mengancam mengenakan tarif 30% atas impor dari Uni Eropa. Komisi Eropa merupakan badan eksekutif Uni Eropa.
“Dengan serangan Israel dan sikap AS yang agresif terhadap tarif perdagangan, ada sedikit ketidakpastian di pasar yang mendorong harga emas," kata analis Kitco Metals Jim Wyckoff.
Dia memperkirakan harga emas akan diperdagangkan antara US$ 3.250 dan US$ 3.476 dalam waktu dekat.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 karena Penguatan Dolar hingga Data Ekonomi AS
Dukungan lebih lanjut terhadap emas adalah data harga produsen AS Juni tidak berubah setelah kenaikan 0,3% pada Mei. Sementara data Selasa menunjukkan harga konsumen Juni naik 0,3% dari 0,1% pada Mei, yang ditafsirkan sebagai pertanda bahwa Federal Reserve mungkin akan terus berhati-hati sebelum memangkas suku bunga.
Emas tumbuh subur selama masa yang tidak menentu, dan lingkungan suku bunga rendah.
Sementara harga perak naik tipis 0,4% pada Rabu menjadi US$ 37,85 per ons, platinum naik 2,9% menjadi US$ 1.411,64, dan paladium naik 1,7% menjadi US$ 1.227,21.

