Dubes RI Dorong Dibukanya Penerbangan Langsung Paris–Jakarta
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id – Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, mendorong pemerintah Indonesia untuk segera membuka jalur penerbangan langsung dari Paris ke Indonesia, khususnya dengan rute Paris–Denpasar–Jakarta–Paris. Menurutnya, inisiatif ini akan menjadi keunggulan kompetitif dalam menarik lebih banyak wisatawan dan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Dalam pernyataannya di Paris pada Senin (14/7/2025), Dubes Oemar mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan asal Prancis yang berkunjung ke Indonesia terus meningkat dan bahkan telah melampaui angka sebelum pandemi Covid-19.
“Jumlah wisatawan Prancis yang datang ke Indonesia tahun lalu sudah naik menjadi sekitar 302 ribu. Itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2019, yang hanya sekitar 280 ribuan,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa angka ini dapat meningkat lebih signifikan apabila tersedia penerbangan langsung dari Paris ke Indonesia. Saat ini, wisatawan dari Prancis umumnya terbang melalui negara ketiga seperti Singapura atau negara-negara di kawasan Teluk sebelum tiba di Indonesia. Situasi ini dianggap mengurangi daya saing Indonesia sebagai destinasi utama.
“Idealnya berdasarkan analisis adalah rute Paris–Denpasar–Jakarta–Paris. Ini akan menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia dibandingkan penerbangan yang melalui negara lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dubes Oemar menyampaikan bahwa wisatawan asal Prancis dikenal sebagai big spender, sehingga kontribusi mereka terhadap devisa negara cukup besar.
“Turis dari Prancis merupakan wisatawan dengan tingkat belanja tinggi. Artinya, mereka membawa nilai tambah lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga
Hashim: Kedekatan Prancis dengan Keluarga Sumitro Terjalin Sejak Lama
Terkait usulan penerbangan langsung ini, pemerintah Prancis disebut telah merespons secara positif. Bahkan dua tahun lalu telah dilakukan kajian yang disiapkan untuk maskapai Garuda Indonesia. Kajian tersebut menunjukkan bahwa setidaknya dengan dua penerbangan per minggu menggunakan pesawat berbadan lebar, rute Paris–Denpasar–Jakarta–Paris diproyeksikan memiliki tingkat keterisian yang tinggi.
Meski demikian, Dubes Oemar mengakui adanya kendala dari sisi ketersediaan armada Garuda Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa peluang ini tidak terbatas pada maskapai Garuda saja.
“Tidak hanya Garuda, ada Lion Air, Citilink, dan maskapai Indonesia lainnya yang punya potensi untuk melayani rute ini. Dari sisi regulasi, tidak ada lagi hambatan. Air agreement sudah memungkinkan, dan tidak harus dimulai dari pihak Prancis. Kini bola ada di tangan Indonesia,” tegasnya.
Dubes Oemar menilai bahwa pembukaan jalur penerbangan langsung ini tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat kerja sama strategis kedua negara di berbagai bidang, termasuk budaya, ekonomi, investasi, dan perdagangan.
“Langkah ini selaras dengan upaya memperdalam hubungan bilateral Indonesia–Prancis, apalagi setelah kunjungan Presiden Macron ke Indonesia dan kini kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis,” tutupnya.

