Perumnas Siap Bangun 161.000 Rumah, Harga Mulai Rp 166 Jutaan dan Angsuran Rp 985.000
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Perum Perumnas berkomitmen mendukung program 3 juta rumah dengan penyiapan lahan seluas 2.000 hektare (ha) di titik-titik lokasi aset perusahaan yang tersebar di penjuru Indonesia. Dari lahan itu, bisa dibangun sekitar 161.000 rumah dengan harga mulai Rp 166 juta dan angsuran Rp 988.000 per bulan.
"Berdasarkan FS (feasible study) kami bisa dibangun sekitar 161.000 unit (rumah) di atas 2.000 hektare. Itu ada lima program, empat program utama dan satu program di skala kecil," kata Plt Direktur Utama Perumnas Tambok Parulian Setyawati dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR melalui pantauan YouTube TV Parlemen, Selasa (15/7/2025).
Untuk program pertama, lanjut Setyawati, Perumnas memiliki program pengembangan kawasan perumahan skala besar dengan membangun 80.300 unit rumah di atas lahan seluas 1.654 ha yang tersebar Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Baca Juga
Kritik Perumnas, Wamen Fahri Usul Lembaga Mirip Bulog untuk Tekan Harga Rumah Subsidi
Selain itu, Perumnas juga memiliki program hunian berbasis transit oriented development (TOD) sebanyak 10.700 unit yang dibangun di atas lahan seluas 62 ha, yang tersebar di Jakarta dan Bogor.
Sedangkan program ketiga, Perumnas memiliki hunian vertikal sebanyak 12.100 unit yang dibangun di atas lahan seluas 9 ha di Jakarta. Selanjutnya, ada program penataan kawasan kumuh vertikal dengan revitalisasi 37.600 unit rusun di atas lahan seluas 37 ha yang berada di Sumatra Selatan dan Jakarta.
Terakhir, program pengembangan perumahan pada lahan skala kecil dengan membangun 20.300 unit hunian di atas lahan kecil dengan total luas 238 ha. Lahan tersebut tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Adapun rumah-rumah yang dibangun lewat program tersebut juga mayoritas ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Jadi memang kami bangun MBR, bukan kelas menengah-menengah atau menengah-atas tetapi MBR, 54% itu MBR,” ujar Setyawati.
Dalam paparannya, hunian tapak subsidi dibanderol mulai Rp 166 juta-Rp 185 juta dengan bunga subsidi 5% sehingga angsuran ada di kisaran Rp 985.000-Rp 1 juta per bulan selama 20 tahun.
Baca Juga
Usai Tekanan Berat di Masa Pandemi, Perumnas Catat Laba Rp 12 Miliar di 2024
Sementara hunian tapak nonsubsidi dijual sekitar Rp 250 juta-Rp 555 juta dengan bunga 9%. Dengan begitu angsurannya ada di kisaran Rp 2 juta-Rp 4 juta selama 20 tahun.
Sementara hunian vertikal, Perumnas menjual di kisaran Rp 345 juta-Rp 499 juta per unit. Angsuran yang bisa dijalani yakni Rp 2,1 juta-Rp 3 juta per bulan selama 20 tahun. Perumnas juga sedang membahas skema-skema keterjangkauan dengan pihak terkait.
"Kami juga memikirkan untuk keterjangkauan, masih dalam bentuk usulan baik ke Kementerian PKP (Perumahan Kawasan Permukiman) maupun kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) karena ini menyangkut produk yang harus dikeluarkan perbankan," ucap Setyawati.

