Bos Indosat Ingatkan Peran AI untuk Cegah Risiko Kelaparan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), Vikram Sinha, menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (AI) bukan hanya soal kemajuan teknologi, melainkan alat penting untuk menghadapi tantangan kemanusiaan, termasuk ancaman kelaparan massal.
Hal ini ia sampaikan dalam peluncuran Indonesia AI Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), bekerja sama dengan Indosat, Cisco, dan NVIDIA.
“Sebesar 40-70% populasi dunia berisiko mengalami kelaparan. Ini adalah kenyataan,” ujar Vikram dalam sesi tanya jawab dengan awak media di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Vikram mengambil contoh India dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi terbanyak. Dengan kemajuan zaman, diperlukan kolaborasi yang inklusif untuk memanfaatkan AI.
Baca Juga
Dengan jumlah penduduk gabungan Indonesia dan India mencapai 1,7 miliar jiwa, menurut Vikram, tantangan-tantangan besar seperti ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan memiliki kesamaan.
“Saya ingin mengingatkan bahwa tantangan dan peluang kita serupa,” katanya.
Melalui AI CoE, Vikram yakin Indonesia bisa membangun aplikasi-aplikasi berbasis AI yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pangan dan pertanian. Menurutnya, teknologi ini harus digunakan untuk membuat sistem pertanian yang lebih efisien, presisi, dan mampu bertahan menghadapi krisis global.
Bos Indosat itu juga menyampaikan apresiasi atas dukungan langsung dari para pemimpin global dari Cisco dan NVIDIA dalam proyek ini. Hal ini pun turut mencerminkan semangat 'Gotong Royong' untuk kebaikan bersama.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan bukan sekadar proyek, tapi gerakan yang serius dan dimulai sekarang,” ujarnya.
Baca Juga
Indosat Business Rilis Vision AI, Tawarkan Kamera Cerdas untuk Efisiensi dan Keamanan Bisnis
Vikram menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menyelamatkan masa depan umat manusia. Dengan semangat yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas, AI CoE ditargetkan menjadi pusat inovasi teknologi yang berdampak sosial luas.
“Ini bukan sekadar wacana. Ini nyata, dan sedang terjadi sekarang,” pungkasnya.

