Harga Emas Naik Tipis karena Trump "Main" Tarif Lagi
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id - Harga emas naik tipis pada Kamis (10/7/2025) karena penguatan dolar AS mengimbangi dampak tarif terbaru Presiden AS Donald Trump sehingga mendorong pembelian investor yang mencari perlindungan dari risiko geopolitik.
Harga emas di pasar spot naik 0,1% ke US$ 3.317,44 per ons dan harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi ke US$ 3.325,7.
Indeks dolar AS menguat 0,2%. Emas cenderung kehilangan daya tarik ketika dolar AS menguat, karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Baca Juga
Harga Emas Terjun Bebas, Trump dan The Fed Bikin Investor 'Was-was'
“Kecuali jika terjadi eskalasi geopolitik besar, saya tidak melihat emas akan menembus di atas US$ 3.400. Dalam waktu dekat, saya rasa emas akan tetap berada dalam kisaran tertentu,” kata ahli strategi pasar di RJO Futures Daniel Pavilonis dilansir CNBC.
Trump melancarkan serangan tarif lebih lanjut pada Rabu (9/11/2025), dengan mengumumkan tarif baru 50% pada impor tembaga AS dan bea masuk sebesar 50% pada barang-barang dari Brasil. Keduanya akan dimulai pada 1 Agustus.
Sementara risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada Juni menunjukkan hanya beberapa pejabat yang menilai bahwa suku bunga dapat diturunkan paling cepat bulan ini. Sementara sebagian besar pembuat kebijakan tetap khawatir tekanan inflasi yang diperkirakan akan terjadi akibat tarif.
Baca Juga
Dolar dan Imbal Hasil Treasury AS Naik, Emas Makin Tak Menarik
Di sisi data, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun minggu lalu, yang menunjukkan pengusaha mempertahankan pekerjanya meskipun ada indikasi pasar tenaga kerja mendingin.
Sementara harga perak naik 1,5% menjadi US$ 36,87 per ons, platinum naik 0,5% menjadi US$ 1.353,55, dan paladium naik 3,9% menjadi US$ 1.148,43, setelah mencapai level tertinggi sejak 3 Juli.

